Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Alquran, Wahyu dan Ilmu

Alquran, Wahyu dan Ilmu
Alquran Surah Al Kahfi
A
A
A

Wahyu pertama bertutur tentang perintah membaca dengan nama Allah sebagai khaliq dan mu’allim (pengajar), yang mengajar manusia melalui pena (qalam). Wahyu kedua (QS 68: 1-4) dimulai dengan huruf tunggal (Nun), yang diikuti dengan sumpah Tuhan demi pena (wal qalami).

Pena adalah alat utama Tuhan mengajarkan ilmunya kepada manusia. Ketika ditanya tentang pena, Nabi berkata: “Hal pertama yang Allah ciptakan adalah pena. Dia menciptakan lembaran dan berkata kepada pena itu, ‘Tulislah!’ Pena menjawab ‘Apa yang harus kutulis?’ Allah berfirman, ‘Tulislah ilmuku tentang penciptaan-ku hingga tiba hari kebangkitan.’ Kemudian pena itu menorehkan apa yang diperintahkan” (HR Tirmidzi).

Sumpah demi pena disambung dengan sumpah yang kedua: wa ma yasthurun (demi apa yang mereka tulis). Di antara yang mereka (malaikat) tulis di langit dengan pena adalah bentuk asli Alquran, yang kelak diturunkan kepada Nabi Muhammad saw pada malam lailatul qadar.

Wahyu pertama dan kedua menunjukkan betapa pentingnya ilmu serta proses memperolehnya (membaca) dan instrument yang digunakannya (pena). Umat Islam disuruh membaca apa saja. Alquran tidak memilah dan merinci apa yang harus dibaca. Alquran hanya menegaskan, “Bacalah dengan nama Tuhanmu!’. Artinya, apa pun yang engkau baca, harus dilandasi oleh semangat mencari ilmu Tuhan dan menemukan kebenaran.

Sikap ilmiah juga ditunjukkan oleh Nabi Muhammad saw, bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada hari di mana putra Nabi, Ibrahim, meninggal terjadilah gerhana matahari. Sebagian sahabat menghubungkan kejadian ini dengan kematian putra beliau. Nabi segera mematahkan kecenderungan mistifikasi ini dengan menyatakan:

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement