nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buya Syakur Yasin: Berapa 'Harga' Surga? Apakah Cukup Dibayar dengan Bersujud?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 19 Mei 2019 17:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 19 330 2057629 buya-syakur-yasin-berapa-harga-surga-apakah-cukup-dibayar-dengan-bersujud-NMzlmPd3t0.jpg Sudah yakinkah kau akan masuk surga (Foto : Shutterstock)

Pembangunan pura di Desa Sukahurip, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mendapat kecaman dari warga setempat. Kasus ini pun sempat viral di media sosial setelah beredar foto dan video berisi penolakan pembangunan tempat ibadah tersebut.

Dalam salah satu foto, terlihat sebuah baliho berisikan pesan ancaman yang sengaja di pasang warga. Mereka mengancam akan berjihad jika pura tetap dibangun di desa itu sehingga akhirnya viral di media sosial.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, hal ini tentu menjadi tamparan keras bagi pemerintah. Apalagi jika menilik semboyan bangsa Indonesia, 'Bhinneka Tunggal Ika' yang artinya 'Berbeda-beda tetapi tetap satu'. Rasanya menjadi tidak relevan lagi bila dikaitkan dengan kondisi Indonesia saat ini.

Prof Dr KH Abdul Syakur Yasin MA dalam ceramahnya juga sempat membahas isu tersebut. Salah satu jamaah melontarkan sebuah pertanyaan menarik tentang 'Apakah ada batas-batas atau perbedaan antara menghormati orang islam dan non Muslim (kafir)?'

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, Prod Abdul Syakur kembali menggoda sang jamaah dengan sebuah pernyataan menarik. "Handphone buatan orang Islam bukan? Makanan, tekstil, karpet, semuanya yang buat orang Islam bukan? Apakah mereka melarang kita untuk memakainya?," tutur Prof Abdul Syakur Yasin.

"Jadi selama di dunia kita tidak usah membeda-bedakan. Yuk bareng-bareng jalan kebersamaan di dunia. Urusan masing-masing itu nanti di akhirat," timpalnya.

Pria yang akrab disapa Buya Syakur Yasin itu pun menjelaskan, seluruh orang beriman, orang yahudi, nasrani, maupun orang musyrik, silakan berlomba-lomba berbuat kebaikan, menjalin bisnis dan lain sebagainya. Nanti yang menentukan siapa yang selamat itu adalah Allah SWT.

"Jangan mengklaim diri sendiri bahwa kita akan selamat dunia dan akhriat, atau mengkafir-kafirkan orang lain, apa bapak yakin masuk surga? Saya sendiri tidak yakin masuk surga. Saya masih menerka-nerka apakah saya layak masuk surga, berapa harga surga? Apakah cukup dibayar dengan bersujud?," ungkap Buya Syakur Yakin.

Dari pernyataan di atas, Buya Syakur ingin menunjukkan kepada umat Muslim bahwa tidak semudah itu masuk surga. Bahkan, tidak ada satu pun orang yang tahu siapakah di antara mereka yang naninya akan selamat di akhirat.

"Surga adalah urusan akhirat. Selagi masih di dunia, lebih baik kita menciptakan surga bareng-bareng, seperti apa? Misalnya dengan membuat negerinya aman, melakukan kerjasama dengan baik, atau bertukar kepentingan dengan negara-negara lain," tambahnya.

Diakui oleh Buya Syakur, Alquran sendiri pernah menegur umat Muslim melalui surat Al Baqarah ayat 214 yang berbunyi,

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (Al Baqarah ayat 214).

"Buktikan dengan kemakmuran. Kita bikin negeri ini makmur, kita bantu orang yang susah, kita santuni anak yatimnya. Jalan menuju surga adalah ketika kita bersama-sama membangun keadilan sosial," tuturnya.

Kasus yang sedang viral ini telah dijelaskan di atas bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Semoga puaasa Ramadan juga menjadikan kita manusia yang lebih baik lagi.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini