nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bolehkah Begadang dan Tidur Seharian saat Puasa?

Wisnu Kurniawan , Jurnalis · Senin 20 Mei 2019 08:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 20 614 2057767 bolehkah-begadang-dan-tidur-seharian-saat-puasa-WDX8AoncLN.jpg Ilustrasi (Foto: Mensfitness)

Tanya:

Assalamualaikum wr wb,

Saya ingin tanya, bolehkah begadang dan bangun siang saat menjalankan ibadah puasa?

Jawab:

Waalaikumsalam wr wb,

Begadang dan tidur seharian pada saat puasa berdampak buruk juga bagi kesehatan dan tidak akan dapat pahala, maka dari itu sangat disayangkan untuk begadang di bulan Ramadan, ketika mendekati fajar mereka makan sahur, kemudian tidur sepanjang hari atau sebagian besarnya.

Tuntunan Rasulullah juga mengajarkan untuk tidak tidur seharian, apalagi begadang. Dalam hal tersebut terdapat dua jawaban.

1. Jika tidak ada unsur kesengajaan

Bangun kesiangan dan tidak sempat salat Subuh selama tidak ada unsur kesengajaan maka tidak berdosa, karena tidur adalah manusiawi. Tapi Setelah bangun tersadar hendaknya langsung wudhu' kemudian meng-qodho' salat Subuh.

Dari Anas bin Malik, Rasulullah Saw bersabda:

إِذَا رَقَدَ أَحَدُكُمْ عَنِ الصَّلاَةِ أَوْ غَفَلَ عَنْهَا فَلْيُصَلِّهَا إِذَا ذَكَرَهَا فَإِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِى

“Jika salah seorang di antara kalian tertidur atau lalai dari salat, maka hendaklah ia salat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman (yang artinya), “Kerjakanlah salat ketika ingat.” (syamilah)

Dalam sebuah riwayat, Nabi sendiri pernah bangun kesiangan saat capek perjalanan. Setelah terbangun Kemudian Rasul dan rombongan mengambil air wudhu dan melaksanakan salat meski matahari agak meninggi sedikit dan bersinar putih.

(Di ceritakan dalam riwayat dari Hadits Shahih Imam Bukhari, nomor 595 [syamilah])

2. Jika ada unsur kesengajaan

Bagi orang yang bangun kesiangan, sebenarnya ia telah terbangun di waktu salat Subuh. Hanya saja, karena malas dan terasa berat bangun, kemudian ia tidur kembali sampai matahari terbit. Maka jelas hukumnya dosa (dosa karena lalai).

Jika dari awal memang sengaja tidak salat Subuh maka hukumnya dosa besar. Misalnya dia begadang semalam hingga Azan Subuh. Kemudian tidur tanpa salat terlebih dahulu maka jelas dosa besar.

Allah menjelaskan bahwa salat harus tepat waktu.

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya salat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisa’ : 103)

Jadi itu yang harus dipahami dari tidur seharian saat puasa dan meninggalkan salat Subuh.

Ustaz Fauzan Amin.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini