Allâhumma nabbihnî fî libarakâti ashârihi, wa nawwir fîhi qalbî bidhiyâi anwârihi, wa khudz bikulli a’dhâî ilat tibâ’I âtsârihi, binûrika yâ Munawwira qulûbil ‘ârifîn.

Artinya:
Ya Allah, sadarkan aku di dalamnya pada keberkahan waktu-waktu sahur, pancarkan cahaya ke dalam hatiku dengan sinar cahayanya, bimbinglah semua anggota badanku untuk mengikuti jejak-jejaknya, dengan cahaya-Mu wahai Yang Menyinari semua hati kaum ‘arifin.
Dalam doa hari ke-18 bulan Ramadan ada tiga tema penting: berkah sahur, terangnya hati, dan mengikut ajaran ilahi. Doa hari kedelapan belas ini menekankan Berkah Bulan Ramadan.
1. Ampunan ilahi
Rasulullah Saw bersabda, "Siapa saja yang mendapati bulan Ramadan dan Allah tidak mengampuni dosanya, maka ia sangat jauh dari rahmat Allah."