nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dosa Besar untuk Pelaku Kekerasan Demo Aksi 22 Mei

Jum'at 24 Mei 2019 16:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 24 614 2059961 dosa-besar-untuk-pelaku-kekerasan-demo-aksi-22-mei-FKnA3imjZv.jpg Kericuhan Demo 22 Mei (Foto: Okezone/Edi Kurniawan)

AKSI 22 Mei menjadi cacatan kelam pesta demokrasi di Indonesia. Kerusuhan yang terjadi di MH Thamrin, Petamburan, dan Tanah Abang menjadi sejarah tak terlupakan. Dalam aksi menuntut keadilan Bawaslu terkait dengan keputusan Pilpres 2019 KPU, sejumlah provokator membuat suasana demo menjadi keruh. Imbas dari tindakan itu membuat kerusuhan yang merugikan banyak pihak.

Bukan hanya menghambat beberapa fasilitas umum, aksi 22 Mei juga merugikan pihak kepolisian. Sebab, beberapa bus dibakar pun pos polisi menjadi sasaran aksi massa. Korban jiwa pun berjatuhan.

Melihat kasus ini, Ustadz Najmi Fathoni menilai kalau apa yang dilakukan pelaku kekerasan sangat tidak terpuji. Terlebih mereka itu melakukan aksi di bulan suci Ramadan.

"Melakukan kekerasan baik fisik mau pun psikis terhadap diri sendiri atau orang lain di bulan Ramadan, pun bulan lainya, adalah haram dan pelakunya berdosa," tegasnya pada Okezone melalui pesan singkat, Kamis (23/5/2019).

Dia pun menyayangkan oknum pelaku aksi 22 Mei melakukan kekerasan di Ramadan. Sebab, sejatinya di bulan ini seorang Muslim memperbanyak amalan kebaikan dan mampu menahan diri dari melakukan aksi kekerasan, baik yang mengurangi pahala puasa atau bahkan membatalkan puasa.

Ustadz Najmi melanjutkan, dalam surah An-Nisa' ayat 29-30, Allah SWT telah menjelaskan kalau mereka yang melakukan kekerasan akan dimasukkan ke dalam neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Artinya, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (QS An-Nisa': 29)

وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

Artinya, "Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS An-Nisa': 30).

Tidak hanya itu, Ustadz Najmi juga menjelaskan tindakan ini melalui surah Al-Isra, di mana di sana Allah SWT mengatakan yang melakukan kekerasan itu sangat berdosa.

وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

Artinya, "Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar." (QS Al-Isra: 31).

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini