nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nabi Muhammad Mengisahkan di Zamannya Ada Bidadari dari Manusia

Gurais Alhaddad, Jurnalis · Rabu 29 Mei 2019 00:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 05 28 614 2061553 nabi-muhammad-mengisahkan-di-zamannya-ada-bidadari-dari-manusia-xChmkjK7if.jpg Kisah putri Nabi Muhammad (Foto : Aboutmuslim)

Anda pasti sering menemukan orang yang bernama Siti Fatimah. Nama itu merupakan nama yang diambil dari putri Nabi Muhammad. Putri nabi yang disebut-sebut sebagai pemimpin para perempuan di surga itu bernama Siti Fatimah Az Zahra.

Siti Fatimah Az Zahra merupakan anak dari pernikahan Nabi Muhammad dengan Ummul Mukminin Khadijah Binti Khuwailid. Ketika dewasa Fatimah menikah dengan Khalifah ke empat yakni Ali bin Abi Thalib.

Fatimah merupakan seorang wanita yang sangat cantik, berakhlak mulia, penyayang, sopan santun, penuh kesabaran, lembut hati, suka menolong dan begitu patuh pada sang suami. Ia juga seorang wanita yang cerdas serta sosok yang sangat dicintai oleh Allah begitu pun oleh ayahnya Nabi Muhammad SAW.

Berikut adalah kisah perempuan yang paling dicintai Nabi Muhammad SAW, Fatimah Az Zahra yang menjelaskan bahwa dia adalah bidadari dari jenis manusia. Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (28/5/2019).

Dikisahkan Nabi Muhammad SAW pernah duduk bersama istri Beliau yaitu Sayyidah Aisyah. Kemudian masuklah putri tercinta Nabi Muhammad SAW, Sayyidah Fatimah Az Zahra. Nabi Muhammad SAW pun merangkulnya dengan penuh cinta dan menciumnya.

Lalu Sayidah Aisyah bertanya, “Berapa sering engkau menciumi Fatimah.”

“Tahukah engkau, Hai Humairoh (Aisyah), mengapa aku sering mencium Fatimah?” Tanya Nabi Muhammad SAW kepada istrinya Sayyidatuna Aisyah.

“Aku tidak tahu, wahai Nabi.” Jawab Sayyidatuna Aisyah

“Ketika aku masuk ke dalam surga dan melihat di depan pintu surga ada pohon Tubba. Buahnya lebih kecil dari delima dan lebih besar dari apel. Rasanya lebih manis dari madu. Warnanya lebih putih dari susu dan bentuknya lebih lembut dari keju. Lalu Jibril memberikan satu buah itu kepadaku. Pada akar pohon tersebut terdapat mata air yang airnya lebih putih dari susu dan bercahaya melebihi cahaya matahari. Lalu Jibril memberikan kepadaku minum dari mata air itu, dan aku pun meminumnya. Ketika turun ke bumi aku bergairah dan tidur bersama istriku Khodijah. Dari hubungan itu, Khodijah mengandung anak tercintaku Fatimah. Dialah bidadari dari jenis manusia, tubuhnya tidak mengeluarkan darah haid yang bisa keluar dari tubuh wanita. Apabila aku merindukan wangi surga, maka aku akan mencium anakku Fatimah.”. Jawab Rasululloh SAW.(Tafsir Ad-Durrul Mantsur tentang surat Al-Isra: 1; Mustadrak Ash-Shahihayn 3: 156).

Namun menurut para ulama kebenaran kisah ini masih dipertanyakan kebenarannya dan ada juga yang mengatakan bahwa Kisah ini tidak benar. Namun Terlepas dari semua itu, Kita sebagai umat Muslim wajib mengetahui bahwasanya dahulu Nabi Muhammad sangat mencintai keluarganya dan umat-umatnya. Wallahu a'lam

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini