nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marah dan Emosi Karena Jalur Mudik Macet, Redam Pakai Cara Rasulullah

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 31 Mei 2019 01:13 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 05 30 615 2062269 marah-dan-emosi-karena-jalur-mudik-macet-redam-pakai-cara-rasulullah-JgaOwz6BuQ.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

Semakin dekat dengan hari Idulfitri, maka semakin penuh juga jalur mudik darat. Karena itu, persiapan yang matang mesti diperhatikan supaya tubuh tidak drop karena perjalanan mudik.

Bicara mengenai mudik, maka tidak akan lepas dari kemacetan yang tidak ada habisnya. Bahkan, pada beberapa momen, kemacetan ini menyebabkan nyawa seseorang melayang. Ya, keletihan dan meningkatnya risiko keparahan penyakit sebelumnya menjadi penyebab masalah ini.

Selain itu, ada yang menghadapi kemacetan mudik dengan amarah dan emosi negatif. Anda ingin sekali perjalanan berlalu dengan lancar, tapi pada kenyataannya itu mustahil. Marah-marah menjadi hal biasa di tengah perjalanan mudik.

 Mudik macet

Namun, kita semua tahu kalau emosi negatif itu tidak baik. Anda mesti mengatasinya dengan cara yang tepat dan Islam ternyata punya solusinya.

Dikutip dari "Buku Pintar Sains dalam Alquran: Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah" karya Dr. Nadiah Thayyarah, ada beberapa cara islami yang bisa meredakan amarah. Solusi ini dibagi menjadi dua tehnik; Pengobatan teoretis dan pengobatan praktis.

Dalam penjelasan pengobatan teoretis, dijelaskan ada 3 cara yang bisa dilakukan, yang pertama ialah mengingat dalil-dalil yang dikandung Alquran dan hadis tentang pujian terhadap kesabaran dan orang-orang yang bersabar, serta mengingat besarnya pahala kesabaran yang akan didapat di hari akhir.

Kemudian, orang yang dikuasai amarah hendaknya menyadari kalau kuasa Allah lebih kuat daripada kekuatannya atas orang yang dia marahi. Dengan demikian, Allah akan meringankan amarah dan siksa-Nya.

Dan cara ketiga dalam pengobatan teoretis ialah seseorang harus mengingat kondisi-kondisi orang yang marah. Perilaku dan perbuata orang marah sangat tidak terpuji. Dengan demikian, yang bersangkutan akan berpikir dengan matang sebelum marah-marah.

Rasulullah bersabda, "Tak ada takaran yang lebih besar pahala-nya di sisi Allah dari takaran amarah yang ditahan seorang hamba demi mencari ridho Allah." (HR. Ibnu Majah).

Sementara itu, tehnik pengobatan praktis menjelaskan ada 5 upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi marah, termasuk saat mudik. Cara pertama ialah membaca ta'awwudz (kalimat: a udzu billah). Setelah itu, berdoa. Rasulullah mengajarkan Aisyah sebuah doa yang patut diucapkan saat marah.

Ibnu as-Sunni, dalam Amal al-Yaum wa al-Lailah, menyebutkan, jika Aisyah marah, Rasulullah menarik hidungnya lalu bersabda kepadanya, "Wahai 'Uwaisy (panggilan sayang beliau pada Aisyah), ucapkanlah: Allahumma rabb an-nabiyyi Muhammad, ighfir li dzanbi, wa adzhib ghaidza qalbi, wa ajirni min mudhallati al-fitani (Ya Allah, wahai Tuhan Muhammad, ampuni dosaku, hilangkan amarah hatiku, dan selamatkan aku dari kesesatan fitnah)."

Cara selanjutnya ialah diam saat marah. Jika seseorang dikuasai amarah, maka hendaknya dia diam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, "Ajarilah, permudahlah dan jangan mempersulit. Dan jika salah seorang dari kalian marah, hendaknya dia diam." (HR. Bukhari).

 Mudik macet

Selanjutnya, cara lain dalam menangani amarah ialah duduk dan berbaring. Apabila sikap diam tidak memberi pengaruh apa-apa, maka duduk dan berbaring bisa menyembuhkan amarah. Nabi bersabda, "Jika salah seorang dari kalian marah dan dia sedang berdiri, maka hendaknya dia duduk. Dan jika marahnya belum sirna, maka berbaringlah." (HR. Abu Dawud).

Upaya lain yang bisa dicoba saat amarah muncul ialah wudu dan mandi. Jika cara di sebelumnya tidak berhasil juga, maka berwudhulah dan mandi. Nabi bersabda, "Marah itu dari setan dan setan terdcipta dari api. Api hanya bisa padam dengan air. Jika salah seorang dari kalian marah, hendaknya dia berwudu." (HR. Abu Dawud).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini