nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Shafa Salsabila, Lebaran Tak Bisa Pulang dari Mesir

Kamis 06 Juni 2019 21:31 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 06 614 2064178 kisah-shafa-salsabila-lebaran-tak-bisa-pulang-dari-mesir-plRR2I1AlU.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

HARI Raya Lebaran memang menjadi sebuah momen di mana keluarga besar berkumpul. Sayangnya, tidak semua orang beruntung isa pulang ke rumahnya saat Lebaran.

Merayakan Lebaran, memang bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi. Karenanya, para perantau pun rela kembali ke kampung halamannya untuk bertemu sanak saudara dan orangtua di kampung halaman.

Tapi tidak untuk Shafa Salsabila. Dia harus rela tidak bisa berkumpul bersama kerabat di hari Lebaran ini. Shafa adalah calon mahasiswi Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, yang saat ini harus mengikuti kursus bahasa arab terlebih dahulu di sana.

"Ya kangen pasti ada, kangen semuanya, terutama gabisa cium tangan beliau (kedua orangtua) dan enggak bisa peluk langsung, itu sih yang membuat sedikit sedih," ujar Shafa Salsabila, ketika dihubungi Okezone.

Lebaran bersama orang tercinta, terutama orangtua memang menjadi dambaan setiap manusia yang merayakannya.

Lebaran bersama orang tercinta, terutama orangtua memang menjadi dambaan setiap manusia yang merayakannya. Namun, kali ini Shafa harus mengubur angan-angannya. Shafa harus tetap pada sebuah garis yang menuntunnya untuk menimba ilmu.

Menurutnya, lebaran tahun ini sangat tidak memungkinkan untuk kembali pada ibu pertiwi. Tapi, walaupun tidak Lebaran bersama orangtua, dia berencana untuk bertemu sanak keluarga segera setelah pulang ke Indonesia.

Tinggal pada sebuah kos yang berisi 5 orang, safa dan kelima temannya berasal dari asal yang sama, yaitu Indonesia. Harga sewa kos tersebut sekira Rp300 ribuan atau 350 Pound Mesir.

Setelah tiga tahun di sana, dirinya berencana untuk kembali ke Indonesia. "Paling rencana pulang setelah tiga tahun di sini Insya Allah," jelas wanita 18 tahun tersebut.

Melalui jalur beasiswa yang dibuka oleh Kemenag, Shafa lantas mengikuti prosedur yang dibuat.

Agar mengurangi kesedihannya, dia pun menghibur diri dengan belajar. "Ilmu dan rasa ingin tahu tentang islam di mesir yang bikin aku harus di sini," tutur dia.

Shafa saat ini berkuliah di Al-Ahzar melalui jalur beasiswa yang dibuka oleh Kemenag, Shafa lantas mengikuti prosedur yang dibuat. Dirinya mengaku mendapatkan informasi tersebut dari Website yang dimiliki oleh Kementrian Agama.

Di Universitas Al Azhar, safa bertekad untuk mengambil fakultas Syariah Islamiyyah. Dirinya akan memulai kuliah pada bulan Oktober mendatang, sehingga sangat mustahil untuk Lebaran di Indonesia. "Insyaallah mulai kuliah bulan Oktober tahun ini, doain aja ya" pungkasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini