nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengingkari Janji Menikahi Pacar, Dosakah Saya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 08 Juni 2019 12:09 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 06 08 614 2064468 mengingkari-janji-menikahi-pacar-dosakah-saya-ePpqbKuZCr.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

Tanya:

Assalamualaikum wr wb,

Pak Ustadz, saya merasa sangat bingung sekarang. Saya baru saja menentukan sikap yang sepertinya menyakiti perasaan orang lain. Tapi, di satu sisi, saya juga tidak bisa menepati janji saya untuk menikahi perempuan tersebut dengan alasan yang tak bisa saya jelaskan juga. Kalau sudah begini, saya mesti gimana ya pak ustadz? Apakah saya bersalah atau bagaimana?

Terima kasih.

Jawab:

Waalaikumsalam wr wb,

Hukum ingkar janji itu dosa dan ingkar janji itu tanda-tanda munafiq.

 

Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara dia berbohong, jika berjanji dia mengingkari, dan jika diberi amanah dia berkhianat” (Hadits riwayat Bukhari), status hadis sahih.

 

Tapi dalam konteks pertanyaan di atas kita harus bijak menyikapinya. Misal kita janji akan menikahi gadis si A tiba-tiba orangtua tidak setuju dengan alasan yang baik dan logis. Maka sebagai anak yang baik harus bijak. Antara kewajiban patuh pada orangtua atau harus menyalahi janji dan yang terbaik sesuai tuntunan agama adalah patuh pada orangtua.

 

Maka dari itu, tiap kali kita janji harus selalu disertai kata Insha Allah (artinya: jika Allah menghendaki).

 

Allah berfirman dalam QS.Al kahfi 23-24:

 

وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا (23) إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ ۚ وَاذْكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ وَقُلْ عَسَىٰ أَن يَهْدِيَنِ رَبِّي لِأَقْرَبَ مِنْ هَٰذَا رَشَدًا (24)

 

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu: ‘Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi, (QS. 18:23) kecuali (dengan menyebut): ‘Insha Allah.’ Dan ingatlah kepada Rabbmu jika kamu lupa dan katakanlah: ‘Mudah-mudahan Rabbku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya daripada ini.’” (QS. 18:24)

 

Ustadz Fuazan Amin, Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini