nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tata Cara dan Keistimewaan Salat Sunah 8 Rakaat di Bulan Syawal

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis · Kamis 20 Juni 2019 05:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 06 19 616 2068410 tata-cara-dan-keistimewaan-salat-sunah-8-rakaat-di-bulan-syawal-s3eMdQlONy.jpg Salat di Masjid (Foto: Shutterstock)

RANGKAIAN ibadah yang ada dari bulan ramadan sampai bulan syawal ini mempunyai fadhilah dan pahala yang luar biasa dari Allah SWT.

Mulai dari yang wajib, sampai yang sunah. Pada satu bulan lalu, menjadi sebuah kewajiban untuk kita berpuasa, maka dibulan syawal ada juga amalan-amalan yang akan menjaga kualitas ibadah kita pada bulan ramadan.

Seperti puasa syawal. Sesuai dengan namanya, Puasa syawal adalah puasa yang hanya dilakukan pada bulan syawal. Puasa tersebut dilakukan 6 hari, boleh secara berturut-turut, boleh juga tidak. Selain puasa syawal, ada juga juga salat yang hanya disunahkan pada bulan syawal.

Salat itu adalah salat sunah 8 rakaat di bulan syawal. Hal tersebut sebagaimana penjelasan syekh Abdul Qadir Al-Jailani dari sebuah hadist yang artinya:

"Diceritakan dari Anas radhiallahu Anhu, dia berkata bahwasannya Rasulullah pernah bersabda, 'Barangsiapa salat di bulan Syawal sebanyak delapan rakaat baik dilakukan malam hari maupun siang hari yang mana di setiap rakaatnya membaca al-Fatihah dan Al-ikhlas sebanyak 15 kali dan membaca shalawat 70 kali.

Maka demi dzat yang telah mengutusku, Allah akan mengalirkan hikmah (kebijaksanaan/kebenaran) dalam hati yang diungkapkan melalui lisan seorang hamba yang telah melaksanakan salat ini, dan Allah akan tunjukkan kepada dia penyakit-penyakit dunia serta obatnya.

Dan demi dzat yang telah mengutusku, barangsiapa yang mendirikan shalat ini sesuai tata caranya, maka akan diampuni dosa-dosanya sebelum ia mengangkat kepala setelah sujudnya, dan andaikan dia mati, maka dia mati dalam keadaan syahid yang dosanya telah diampuni. Dan tiada seorang hamba yang melaksanakan salat ini dalam keadaan bepergian, kecuali Allah mudahkan baginya perjalanannya hingga tempat yang dituju. Andaikan ia memiliki utang, maka utangnya akan terbayar; dan seandainya ia memiliki kebutuhan, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan demi dzat yang telah mengutusku, tiada seorang hamba yang menjalankan salat ini kecuali Allah berikan untuknya di setiap huruf dan ayatnya sebuah makhrafah di surga nantinya.

Kemudian dipertanyakan, 'Apakah makhrafah itu, ya Rasul?' Rasulullah menjawab, 'Makhrafah adalah dua ekor domba yang mempermudah penunggangnya mengelilingi (kebon penuh) pepohonan yang tidak pernah dipotong selama seratus tahun)'."

"Sebenarnya itu salat sunah mutlak, cuman pengerjaannya di bulan Syawal" Ujar Ustadz Riski Nugroho, Pengajar Pondok Pesantren Modern Nurul Hijrah, Jakarta.

Ada bacaan khusus untuk melakukan salat sunah tersebut. Supaya kita beribadah sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW. "Setiap rakaat membaca surat Al-Fatihah kemudian membaca surat Al-Ikhlas 15 kali, sampai 4 rakaat, terus setelah selesai membaca tasbih 70 kali dan shalawat 70 kali" pungkas Ustadz Riski.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini