JAKARTA - Perbaikan layanan penyelenggaraan ibadah haji 1440H/2019 M yang dilakukan Kementerian Agama tidak hanya sebatas pada segi layanan fisik seperti fasilitas akomodasi, transportasi maupun konsumsi saja. Pada tahun ini, Kemenag menerapkan sejumlah langkah guna melakukan peningkatan kualitas layanan bimbingan ibadah bagi jemaah haji.
Hal itu dikatakan oleh Kasubdit Bimbingan Jamaah Kemenag, Arsyad Hidayat dalam keterangannya, Rabu (26/6/2019).
Menurut Arsyad, saat ini ironi di masyarakat banyak yang berasumsi kenaikan angka jemaah haji tidak sebanding dengan peningkatan kesalehan sosial. Fakta juga menunjukkan kecenderungan jemaah haji yang masih mengabaikan hal-hal ibadah ketika berada di tanah suci.
“Ini yang kemudian menjadi perhatian Kemenag sehingga kita melakukan beberapa langkah dalam perbaikan bimbingan jemaah,” ujar Arsyad.
Pertama, pada tahun ini Kemenag akan melakukan optimalisasi fungsi Ketua Rombongan (Karom) dan Kepala Regu (Karu) dalam satu kelompok terbang. Arsyad mengakui saat ini kuota pembimbing ibadah haji yang dimiliki Kemenag masih sangat terbatas, sehingga tidak sedikit jemaah haji yang tidak dapat menyempurnakan ibadah hajinya karena keterbatasan pengetahuan dan takut tertinggal rombongannya.