Rasulullah Menikah dengan Mahar Miliaran Rupiah, Seperti Apa Kisahnya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 29 Juni 2019 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2019 06 28 614 2072333 rasulullah-menikah-dengan-mahar-miliaran-rupiah-seperti-apa-kisahnya-f2NRltsS8q.jpg Ilustrasi (Foto : AOL)

Kisah hidup Rasulullah tidak akan pernah ada habisnya. Apapun yang melekat di dalam dirinya, akan menjadi sejarah yang selalu dikenang dan menjadi contoh tauladan semua Muslim di dunia.

Salah satunya adalah momen Rasulullah menikah dengan Aisyah radhiyallahu'anha. Menurut beberapa sumber, sebagai mas kawin, Rasulullah memberikan mahar ke Aisyah berupa uang 500 dirham atau jika dikonversikan dalam emas setara 200 gram emas terbaik saat ini.

Jika merujuk pada hasil konversi dalam emas, maka mahar Rasulullah yang diberikan ke Aisyah di momen pernikahannya senilai Rp 1,3 miliar jika menggunakan hitungan emas 24 karat per gram yang dihargai setara Rp6,5 juta.

Pernikahan unik

Mengetahui Rasulullah membawa mahar yang sangat banyak, Aisyah berkata, "Mahar Rasulullah kepada para isterinya ialah 12 Uqiyah dan satu nash". Lalu, Aisyah melanjutkan, "Tahukah Anda apakah nash itu?" Abdur Rahman menjawab, "Tidak, ya, Aisyah." Istri Rasulullah itu berkata, "Setengah Uqiyah". Jadi, semuanya 500 dirham. Itulah mahar Rasulullah untuk para istrinya. (HR. Muslim).

Di sisi lain, ada juga yang menjelaskan cukup detail mahar yang dibawa Rasulullah untuk istri-istri lain selain Aisyah. Saat menikah dengan Khadijah, Nabi Muhammad SAW memberi mahar 20 ekor unta. Lalu, saat menikahi Hindun (Ummu Habibah radhiyallahu'anha) diriwayatkan kalau Rasulullah memberi mahar 4000 dirham. Dan saat menikahi Shafiyah radhiyallahu'anha, Rasulullah memberi mahar berupa pembebasan dirinya dari perbudakan. Meski tak berbentuk harta, namun nilainya ditaksir miliaran rupiah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Mengetahui mahar Rasulullah yang cukup besar, lantas apakah kita sebagai Muslim mesti mengikuti jejak Rasulullah?

Untuk jumlah mahar, ada baiknya memang mengikuti Rasulullah. Sebab, Nabi adalah suri tauladan Muslim. Namun, jika dirasa terlalu berat, maka semampunya saja.

Dalam sebuah hadist, dijelaskan ada seorang lelaki yang sangat miskin. Sampai-sampai dia tak mampu membelikan mahar untuk istrinya sekali pun itu berupa cicin dari besi.

Mengetahui hal itu, Rasulullah memerintahkan orang tersebut agar maharnya berupa mengajarkan ayat Alquran kepada istrinya. Dalam hadist lain dijelaskan ada kaum Muslimin yang maharnya sepasang sandal (karena hanya itu memang kemampuannya).

Sedangkan, saat Ali bin Abu Thalib menikahi puteri Rasulullah, Fatimah, Ali memberikan mahar berupa baju besi, karena hanya itu yang mampu diberikan Ali.

Dari penjelasan ini, kita bisa menilai, mahar diberikan sesuai dengan kemampuan si pria. Jangan sampai memaksakan, bahkan sampai menekan untuk harus bisa memberikan mahar yang paling besar. Sebab, sebaik-baiknya perempuan ialah dia yang meminta mahar paling kecil. Sedangkan, sebaik-baiknya pria adalah dia yang memberikan mahar paling besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini