Redam Intoleransi, Kemah Kebhinnekaan Lintas Agama Diadakan

Senin 15 Juli 2019 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 15 614 2078889 redam-intoleransi-kemah-kebhinnekaan-lintas-agama-diadakan-Wjl9vgm59r.jpg Perlu dilakukan kemah lintas agama guna redam intoleransi (Foto: Pixabay)

Forum Bhinneka Tunggal Ika (FBTI) Tasikmalaya mengadakan kemah kebhinnekaan dengan tema Pesan Damai Dari Tasikmalaya bertempat di Situ Gede, kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya selama dua hari yakni 13-14 Juli 2019.

 Cinta

(Foto: Unsplash)

Ketua FBTI Tasikmalaya, Asep Rizal Asyari mengatakan, kegiatan ini merupakan silaturahmi sesama anak bangsa tanpa membeda-bedakan dari kelompok manapun.

"Kami merasakan kenikmatan yang luar biasa, tidak ada sekat di antara kita. Harapan kami silaturahmi ini tidak sampai disini, tetapi harus tetap berlanjut", kata Asep, Senin (15/7/2019).

Panitia Kemah Kebhinnekaan, Ajat Sudrajat mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh tokoh lintas agama, kepercayaan, budaya, organisasi kepemudaan dan mahasiswa dengan jumlah peserta 200 orang.

"Dalam kegiatan ini kami mengharapkan adanya interaksi sosial antar kelompok yang berbeda sehingga ke depannya tidak ada prasangka terhadap kelompok yang khususnya kerap mengalami tindakan diskriminasi dan intoleransi", terang Ajat.

Ajat menambahkan, ketika interaksi dan penerimaan sosial sudah terbangun, kita akan memiliki modal sosial yang cukup besar untuk menciptakan sebuah kondisi masyarakat yang inklusif. Ini dilakukan untuk menuju Indonesia yang setara dan semartabat.

Sejatinya, terang Ajat, konsep pendirian negara bangsa bapak bangsa Republik Indonesia menegaskan asas kesetaraan dalam ketatanegaraan setiap orang dijamin berkedudukan sama di hadapan hukum. Hal tersebut menguatkan konsesus pendiri bangsa bahwa Pancasila yang berjiwa inklusif adalah dasar NKRI.

Tasikmalaya, lanjutnya, merupakan salah satu kota/kabupaten yang multikultural. Terdapat banyak kelompok keagamaan, kepercayaan, etnis dan budaya. Melalui kegiatan ini didorong agar semua pihak mengakui dan menghargai anugerah keberagaman. "Semakin beragam kita, semakin kuat tantangan untuk merawatnya."

Apalagi situasi nasional akhir-akhir ini agak ternoda dengan munculnya gelombang radikalisme yang patut diduga ingin mengubah arah dari beragam menjadi seragam. oleh karena itu, menjaga dan merawat keberagaman bukanlah perkara mudah bak membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan komitmen dan pemahamaman komprehensif terhadap makna kebhinnekaan sebagai sebuah kekuatan.

Semoga dengan komitmen organisasi lintas agama, kepercayaan, budaya yang tergabung dalam FBTI bisa menjadi jalan ikhtiar untuk menghapus praktik diskriminasi dan intoleransi di Tasikmalaya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dalam kesempatan itu, Aktivis Muda Ahmadiyah, Usama Ahmad Rizal mengapresiasi berjalannya kemah Kebhinnekaan ini. Menurutnya, ruang-ruang komunikasi semacam ini harus terus dilakukan guna meminimalisir sebuah konflik.

"Adanya komunikasi antar komunitas ini sangat bagus untuk memunculkan rasa solidaritas terhadap sesama. Apalagi dilakukan dalam bentuk kemah, yang dijamin bisa lebih akrab", ungkapnya.

Rizal juga menyoroti berbagai survei tentang Tasikmalaya. Misalnya, Survei Setara Institute yang menemukan tingkat intoleransi di Tasikmalaya cukup tinggi.

"Adanya forum bersama seperti ini, diharapkan bisa menjadi jembatan bagi kelompok yang termarjinalkan untuk bisa berkomunikasi dengan pihak pemerintah dan kelompok yang selama ini menentang mereka", ujarnya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya