Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bagaimana Hukum Badal Haji, Menghajikan Orangtua yang Sudah Wafat?

Iqbal Dwi Purnama , Jurnalis-Senin, 22 Juli 2019 |13:01 WIB
Bagaimana Hukum Badal Haji, Menghajikan Orangtua yang Sudah Wafat?
Ibadah Haji (Foto: Pixabay)
A
A
A

Selain hadist diatas, hukum badal haji juga disampaikan dalam riwayat lain yang artinya, "Dari Abdullah bin Buraidah radhiallahu anhu, dia berkata, ketika kami duduk di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba ada seorang wanita datang dan bertanya, ‘Sesungguhnya saya bersadakah budak untuk ibuku yang telah meninggal.' Beliau bersabda, ‘Anda mendapatkan pahalanya dan dikembalikan kepada Anda warisannya.' Dia bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya beliau mempunyai (tanggungan) puasa sebulan, apakah saya puasakan untuknya?' Beliau menjawab, ‘Puasakan untuknya.' Dia bertanya lagi, ‘Sesungguhnya beliau belum pernah haji sama sekali, apakah (boleh) saya hajikan untuknya? Beliau menjawab, ‘Hajikan untuknya.’ (HR. Muslim, 1149).

Jika melihat hadist tersebut, tidak hanya haji saja dapat dibadalkan, melainkan ibadah seperti puasa juga dapat dibadalkan atau digantikan.

"Selain haji, ada ibadah lain yang juga bisa dibadalkan, itu hadistnya." pungkasnya.

(Renny Sundayani)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement