Share

5 Penyebab Meninggal Su'ul Khatimah, Jangan Sampai Menimpa Kita!

Senin 29 Juli 2019 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 29 614 2084794 5-penyebab-meninggal-su-ul-khatimah-jangan-sampai-menimpa-kita-hmZCOKERQu.jpg Jangan sampai meninggal su'ul khatimah (Foto: NPR)

Setiap orang Muslim harus teguh berislam hingga akhir hayat. Seruan tersebut dimulai dengan perintah agar mereka bertakwa semaksimal mungkin.

Jangan meremehkan kewajiban salat

Muslim harus terus berbuat baik dan menjaga imannya agar bisa meninggal dengan cara yang diridhai Allah SWT.ย  Makanya jangan meremehkan kewajiban salat.

Allah SWT berfirman:

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุง ุชูŽู…ููˆุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู†ูŽ

Artinya, โ€œHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islamโ€ (QS. Ali Imran [3]: 102).

Pada penggalan akhir ayat tersebut (wa lรข tamรปtunna illรข wa antum muslimรปn) Allah memerintahkan kepada kita agar mati dalam keadaan beragama Islam. Manusia sendiri tidak akan mampu menjadikan dirinya tetap dalam agama Islam karena pada hakikatnya husnul khatimah ataupun suโ€™ul khatimah (baik atau buruknya akhir hidup manusia) adalah kuasa Allah subhanahu wataโ€™ala. Oleh karenanya Allah memberikan jalan kepada manusia sebagai ikhtiar memperoleh predikat mati husnul khatimah/membawa agama Islam.

Disebutkan dalam kitab karya

Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam karyanya, Nashaihu Ad-Diniyah, menjelaskan beberapa hal yang sering menjadi sebab seseorang memungkasi kehidupan di dunia dengan keburukan (suโ€™ul khatimah). Beliau berkata:

(ูˆุงุนู„ู…) ุงูŽู†ูŽู‘ู‡ ููƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง ู…ูŽุง ูŠูุฎู’ุชูŽู…ู ุจูุงู„ุณูู‘ูˆู’ุกู ู„ูู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุชูŽู‡ูŽุงูˆูŽู†ููˆู’ู†ูŽ ุจูุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุงู„ู’ู…ูŽูู’ุฑููˆู’ุถูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฒูŽู‘ูƒูŽุงุฉู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฌูุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุชูŽุชูŽุจูŽู‘ุนููˆู’ู†ูŽ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽู†ู’ู‚ูุตููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ููƒู’ูŠูŽุงู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ููŠู’ุฒูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฎู’ุฏูŽุนููˆู’ู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽูŠูŽุบู’ุดูŽูˆู’ู†ูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽูŠูŽู„ู’ุจูŽุณููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูููŠู’ ุงูู…ููˆู’ุฑู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ู ูˆูŽุงู„ุฏูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠููƒูŽุฐูู‘ุจููˆู’ู†ูŽ ุงูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽูŠูŽู†ู’ูƒูุฑููˆู’ู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ูŠูŽุฏู’ุนููˆู’ู†ูŽ ุงูŽุญู’ูˆูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุงูŽูˆู’ู„ููŠูŽุงุกู ูˆูŽู…ูŽู‚ูŽุงู…ูŽุงุชูู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุบูŽูŠู’ุฑู ุตูุฏู’ู‚ู ูˆูŽุงูŽุดู’ุจูŽู‡ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุงูู…ููˆู’ุฑู ุงู„ุดูŽู‘ู†ููŠู’ุนูŽุฉู

โ€œKetahuilah bahwa kebanyakan suโ€™ul khatimah adalah bagi orang-orang yang meremehkan shalat fardhu dan kewajiban zakat, mencari-cari aib Muslimin yang lain, mengurangi takaran dan timbangan, orang-orang yang menipu Muslim dan menutupi atas mereka dalam masalah agama dan dunia, menganggap bohong pada kekasih-kekasih Allah dan mengingkarinya, mengaku dirinya berada pada derajat kewalian (kekasih Allah) tanpa adanya pembenaran, dan sebagainya,โ€ (Syekh Abdullah bin Alawi al-Haddad, Nashaihu Ad-Diniyah, Haramain, hal. 7).

1. Meremehkan kewajiban salat dan zakat

Salat lima waktu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang baligh dan berakal. Perintah salat menjadi kewajiban pertama yang harus dijalankan sekaligus amal manusia pertama yang akan dihisab. Jika meremehkannya saja adalah sebuah dosa apalagi dengan sengaja meninggalkan. Sebagaimana firman Allah:

ููŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุตูŽู„ูู‘ูŠู†ูŽ (ูค) ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‡ูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุตูŽู„ุงุชูู‡ูู…ู’ ุณูŽุงู‡ููˆู†ูŽ (ูฅ)

โ€œMaka celakalah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,โ€ (QS. Al-Maโ€™un[107]: 4-5).

ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ูŽุง ุจูŽุดูŽุฑูŒ ู…ูุซู’ู„ููƒูู…ู’ ูŠููˆุญูŽู‰ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ููƒูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‡ูŒ ูˆูŽุงุญูุฏูŒ ููŽุงุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ููˆุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุงุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููˆู‡ู ูˆูŽูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู†ูŽ (ูฆ)ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู„ุง ูŠูุคู’ุชููˆู†ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽูƒูŽุงุฉูŽ ูˆูŽู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ู‡ูู…ู’ ูƒูŽุงููุฑููˆู†ูŽ (ูง)

โ€œKatakanlah bahwa โ€˜Aku (Nabi Muhammad) hanyalah seorang manusia seperti kalian, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kalian adalah Tuhan yang Maha-Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan celaka besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat,โ€ (QS Fushilat[41]: 6-7).

Pada ayat tersebut di atas terdapat kata โ€œwailโ€ yang artinya celakalah. Ini menunjukkan bahwa siapa saja yang dengan sadar meremehkan atau bahkan meninggalkan salat dan zakat baginya adalah kerugian. Dan kerugian bagi seorang muslim adalah ketika mendapatkan siksaan dari Allah subhanahu wataโ€™ala. Sebagaimana tertuang dalam artikel sebelumnya, ada 15 siksaan bagi orang-orang yang meninggalkan salat. Tiga di antaranya adalah siksaan ketika meninggal dunia. Hal ini menguatkan pendapat Syekh Abdullah bin โ€˜Alawi al-Haddad bahwa meremehkan kewajiban salat dan zakat adalah salah satu sebab akhir kehidupan yang tidak baik (suโ€™ul khatimah).

2. Suka mencari-cari aib kaum muslimin lainnya

Orang-orang yang sibuk dengan urusan orang lain akan lupa dengan urusannya sendiri. Begitu juga ketika sibuk mencari keburukan orang lain maka keburukannya sendiri pun terlupakan.

Seperti dilansir Muslim Moderat, ia tidak menyadari bahwa dirinya berada dalam maksiat dan dosa, hingga akhirnya meninggal dunia dalam keadaan tidak bertobat. Naudzu billah min dzรขlik. Larangan ini terdapat dalam firman Allah subhanahu wataโ€™la.

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ูƒูŽุซููŠุฑู‹ุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ูู‘ ุฅูู†ู‘ูŽ ุจูŽุนู’ุถูŽ ุงู„ุธู‘ูŽู†ูู‘ ุฅูุซู’ู…ูŒ ูˆูŽู„ุง ุชูŽุฌูŽุณู‘ูŽุณููˆุง ูˆูŽู„ุง ูŠูŽุบู’ุชูŽุจู’ ุจูŽุนู’ุถููƒูู…ู’ ุจูŽุนู’ุถู‹ุง ุฃูŽูŠูุญูุจู‘ู ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ูƒูู„ูŽ ู„ูŽุญู’ู…ูŽ ุฃูŽุฎููŠู‡ู ู…ูŽูŠู’ุชู‹ุง ููŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชูู…ููˆู‡ู ูˆูŽุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽูˆู‘ูŽุงุจูŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ (ูกูข)

โ€œHai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha-Penerima tobat lagi Maha-Penyayang,โ€ (QS. Al-Hujarat[49]: 12).

3. Mengurangi takaran dan timbangan

Seperti diketahui manusia itu makhluk sosial yang tidak mungkin bisa hidup sendiri. Mereka saling membutuhkan dalam segala hal. Perdagangan merupakan salah satu bentuk kerja sama agar manusia bisa bertahan hidup.

Dalam transaksi tersebut ada kondisi saling memberi keuntungan. Oleh karenanya Islam melarang adanya kecurangan dan penipuan dalam berdagang.

ูˆูŽูŠู’ู„ูŒ ู„ูู„ู’ู…ูุทูŽููู‘ูููŠู†ูŽ (ูก) ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุงูƒู’ุชูŽุงู„ููˆุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูŠูŽุณู’ุชูŽูˆู’ูููˆู†ูŽ (ูข) ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู„ููˆู‡ูู…ู’ ุฃูŽูˆู’ ูˆูŽุฒูŽู†ููˆู‡ูู…ู’ ูŠูุฎู’ุณูุฑููˆู†ูŽ (ูฃ)

โ€œKecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi,โ€ (QS. Al-Muthaffifin [83]: 1-3).

Kalau berikap curang dilakukan terus-menerus maka selama hidupnya pula ia makan dari hasil yang tidak halal. Dengan demikian ia akan mati dalam keadaan membawa harta benda yang haram dan beban dosa terhadap saudaranya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Menipu Muslim dan menutupi atas mereka dalam masalah agama dan dunia

Kepentingan duniawi sering melenakan banyak orang di mana saja. Hanya karena dunia, kadang seseorang rela menempuh segala cara, termasuk melalui jalur yang batil.

Kecurangan dan penipuan merupakan hal yang biasa terjadi dengan latar yang sama, yakni kepentingan duniawi. Bagi orang-orang yang sudah dibutakan dunia, agama pun bisa berubah sekadar alat untuk memperoleh keuntungan, baik berupa harta, pujian, ketenaran, maupun pangkat.

Dalam kitab Taโ€™lim al-Mutaโ€™allim pada bab niat, โ€œBanyak amal akhirat menjadi amal dunia dikarenakan niat yang jelek.โ€ Jika hal ini terus-menerus dikerjakan hingga ajal menjemput maka ia tidak hanya dosa atas kezaliman terhadap orang lain, lebih jauh ia berdosa atas nama agama.

ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูุฑููŠุฏู ุงู„ู’ุนูŽุงุฌูู„ูŽุฉูŽ ุนูŽุฌู‘ูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุง ู†ูŽุดูŽุงุกู ู„ูู…ูŽู†ู’ ู†ูุฑููŠุฏู ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽุตู’ู„ุงู‡ูŽุง ู…ูŽุฐู’ู…ููˆู…ู‹ุง ู…ูŽุฏู’ุญููˆุฑู‹ุง (ูกูจ)

โ€œBarangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam Keadaan tercela dan terusir,โ€ (QS. Al-Isra[17]: 18).

5. Menganggap utusan Allah pembohong dan mengingkarinya

Sejarah Islam menunjukkan perjuangan para utusan Allah SWT yakni para nabi selalu dihadapkan dengan para penolak ajarannya, baik perseorangan maupun golongan. Hal ini tidak berhenti di zaman Rasul, sahabat, tabiโ€™in, hingga para ulama.

Hingga saat ini tantangan demi tantangan silih berganti terjadi pada pejuang di jalan Allah mulai dari tingkat kepercayaan, fitnah, iri, dengki, sampai pada penolakan dan perlawanan.

Orang yang mengingkari utusan Allah berarti ia menyakitinya. Siapa yang menyakiti utusan Allah sama juga ia menyakiti Allah subhanahu wataโ€™ala. Maka lakanat Allah-lah yang lebih pantas untuk mereka.

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุคู’ุฐููˆู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ู„ูŽุนูŽู†ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽุนูŽุฏู‘ูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู‹ุง ู…ูู‡ููŠู†ู‹ุง (ูฅูง) ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุคู’ุฐููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ุงูƒู’ุชูŽุณูŽุจููˆุง ููŽู‚ูŽุฏู ุงุญู’ุชูŽู…ูŽู„ููˆุง ุจูู‡ู’ุชูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุฅูุซู’ู…ู‹ุง ู…ูุจููŠู†ู‹ุง (ูฅูจ)

โ€œSesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat. Maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata,โ€ (QS. Al-Isra[17]: 18).

Jika mereka mati sebelum bertobat, maka mereka mati dalam keadaan terlaknat. Semoga kita semua menjadi bagian dari orang-orang yang dijaga dari mati suโ€™ul khatimah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini