nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menurut Alquran Khamar Tidak Haram? Begini Penjelasannya

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 07 Agustus 2019 12:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 07 614 2088815 menurut-alquran-khamar-tidak-haram-begini-penjelasannya-Ryey9xHK1F.jpg Apakah khamar itu benar harma? (Foto: Pcwallart)

DALAM agama Islam terdapat larangan-larangan yang dapat merusak aqidah dan akhlak manusia. Salah satunya adalah mengonsumsi khamar atau minuman memabukan.

Tapi apakah khamar itu benar haram? Karena dalam fiqih masing-masing madzhab memiliki pendapat yang berbeda. Lalu bagaimana di dalam Alquran?

Dilansir dari situs Ulama Nusantara, sebagaimana disampaikan KH. Baha’uddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha dalam kajian Takmir Masjid Ulil Albab UII, senin (29/7/2019) lalu. Menurut Gus Baha, untuk mempelajari dan memahami kandungan setiap ayat yang ada di dalam Alquran, memerlukan banyak ragam ilmu.

“Mulai dari ilmu-ilmu agama, tafsir, bahasa arab, ilmu tajwid, asbabun nuzul, nasikh dan mansukh, makkiyah dan madaniyah dan banyak lainnya. Bahkan disebutkan Imam As-Suyuthi dalam kitab Al-Itqan bahwa untuk menguraikan Al-Qur’an diperlukan 80 cabang ilmu, atau yang disebut dengan Ulumu Qur’an (Ilmu-Ilmu Al-Qur’an)”, ujarnya.

Salah satunya adalah khamar. Dia mencontohkan, jika dulu dengan durasi waktu yang cukup lama, Alquran tidak menyebutkan bahwa khamar itu haram. Bahwasannya Alquran juga tidak menyebutnya halal.

Khamar

Gus Baha menceritakan suatu peristiwa di zaman Rasulullah SAW. Kala itu Abdurrahman bin ‘Auf pernah mengundang Ali, dan beberapa sahabatnya untuk makan. Termasuk hidangan yang disajikan adalah khamar. Hingga akhirnya membuat kesadaran mereka terganggu, setelah meminumnya.

Kesadaran mereka terganggu berlangsung sampai mendekati waktu salat. Pada saat itu, Ali diminta menjadi imam dengan keadaannya yang sedang dalam pengaruh khamr. Akibatnya, bacaan surah Al-Kafirun yang ia bacakan menjadi salah.

Setelah peristiwa itu, turunlah ayat yang mengharamkan khamr. Sebagaimana dijelaskan dalan surah An-Nisa ayat ke 43;

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُورًا

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun"

Hingga akhirnya pada suatu hari, terjadi peristiwa yang menyebabkan sahabat nabi bertikai dan membuat salah satu terluka karena pengaruh khamar. Oleh katena itu, turunlah ayat Al-Maidah : 90. Hal ini mengisyaratkan bahwa dalam melaksanakan syariat itu bertahap.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan".

Tapi adapun jenis makanan atau minuman mengandung alkohol, tapi masih boleh dikonsumsi oleh umat Muslim. Contohnya seperti air tape, karena terbentuk secara alamiah dengan cara difermentasi.

Hal ini pernah disampaikan oleh Almarhum KH Hasyim Muzadi. Mantan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan, halal atau haram ditentukan pada proses pembuatannya.

"Kalau alamiah, itu boleh, seperti air tape. Alamiah itu tidak masalah. Tapi, kalau air mineral dicampur alkohol, itu yang tidak boleh," katanya dikutip dari laman NU Online.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini