nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pendaki, Ini Doa Naik Gunung!

Senin 12 Agustus 2019 23:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 12 618 2091012 pendaki-ini-doa-naik-gunung-fRGzJi4p5H.jpg Saat naik gunung wajib berdoa (Foto: Wikimedia)

Banyak pendaki yang sangat mencintai gunung. Mereka rela jalan kaki dengan membawa tas besar untuk menikmati eksotisme keindahan gunung dari puncaknya.

 Saat naik gunung harus banyak doa

Selain itu, sebagian masyarakat Indonesia ada yang tinggal di lereng-lereng gunung. Padahal gunung di balik kecantikannya sering kali menyimpan mara bahaya.

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki gunung terbayak dan teraktif di dunia. Sesekali, gunung itu kadang batuk, erupsi, memuntahkan laharnya. Fakta ini kadang membuat kita khawatir, selain hal-hal lain soal gunung, tentang mistik, misalnya.

KH Achmad Chalwani, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi, sekaligus Mursyid tarekat Qadiriyyah/Naqsyabandiyyah Berjan Purworejo, dalam bukunya Risalah Doa dan Shalawat yang diterbitkan oleh KESAPP (2017), pada hal. 34 memuat 'Doa Menjinakkan Gunung'. Berikut doanya:

لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Lau anzalnâ hâdzal qur’âna 'alâ jabalin lara-aitahû khâsyi‘an mutashaddi'an min khasy-yatillâh, watilkal amtsâlu nadlribuhâ lin nâsi la’allahum yatafakkarûn

Artinya, “Kalau sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berpikir” (QS. Al-Hasyr: 21).

وَإِذْ نَتَقْنَا الْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُ ظُلَّةٌ وَظَنُّوا أَنَّهُ وَاقِعٌ بِهِمْ خُذُوا مَا آتَيْنَاكُم بِقُوَّةٍ وَاذْكُرُوا مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wa idz nataqnal jabala fauqahum ka-annahu dhullatun wa dhannû wâqi'un bihim. Khudzû mâ âtainâkum biquwwatin wadzkurû mâ fîhi la'allakum tattaqûn.

Artinya, “Dan (ingatlah), ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka): "Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa" (QS. Al-A'raf:171).

Dalam bukunya, Kiai Chalwani tidak memberikan keterangan lebih lanjut berapa kali dan kapan dibaca. Namun ini bisa bermakna, pendaki harus membaca doa naik gunung sesering mungkin.

Gunung Merapi erupsi

Seperti dilansir Nu Online, selain para pendaki, doa naik gunung ini harus dibaca oleh warga yang tinggal di lereng gunung, atau ketika gunung mengalami erupsi.

Untuk pendaki, harus dibaca ketika hendak dan atau sewaktu melakukan pendakian. Ini perlu dilakukan agar perjalanan naik gunung lancar dan selamat.

KH Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) pernah bercerita dalam suatu ceramahnya pada Haul Syekh Subakir di lereng Gunung Tidar beberapa bulan lalu, bahwa ia penasaran dengan Si Pawang Gunung Merapi, almarhum Mbah Marijan.

Apa yang dilakukan Mbah Marijan saat Gunung Merapi di Yogyakarta mengalami erupsi yang cukup besar?

Usut-punya usut, kiai gondrong dari Yogyakarta itu menemukan fakta yang agak mencengangkan: Mbah Marijan (ketika dulu masih hidup) mengambil kendang kemudian merapalkan Kidung Kacer.

Setelah disimak dengan seksama, arti dari Kidung Kacer tersebut ternyata terjemah Jawa dari Surat al-Hasyr: 21 di atas.

"Karena lidah orang Jawa dulu sulit melafalkan Al-Hasyr, maka jadilah Kacer," jelas mantan asisten Gus Dur tersebut. Wallahu A'lam.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini