Soal Papua, Kiai Said Aqil Imbau Antar Umat Beragama Harus Saling Menghormati

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 19 Agustus 2019 19:49 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 19 614 2093986 soal-papua-kiai-said-aqil-imbau-antar-umat-beragama-harus-saling-menghormati-oNHGXGi1x3.jpg Kiai Said Aqil imbau umat beragama harus rukun (Foto: Novie/Okezone)

Rupanya kerusuhan yang terjadi di Manokwari, Papua, diduga dipicu oleh peristiwa di Surabaya, Malang, dan Semarang. Di tiga daerah tersebut, mahasiswa asal Papua diduga dipersekusi oleh oknum masyarakat dan aparat.

 Kerusuhan di Papua dijadikan pelajaran

Ketua Umum PBNU Kiai Said Aqil Siroj mengatakan, kerusuhan tersebut dijadikan pelajaran saja dan jangan sampai mengorbankan korban jiwa.

"Jadikan pelajaran, kalau ada masalah jangan sampai mengorbankan nyawa. Jangan sampai merugikan salah satu pihak, apalagi terbunuh," katanya pada Okezone di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), senin (19/8/2019).

Persoalan gesekan, ujar Kiai Said, hingga problematika karena ketidakcocokan jangan sampai meledak jadi amarah. Bangsa Indonesia harus ingat karena semua adalah saudara, hidup dalam kebhinekaan.

"Tapi ingat kita ini saudara, satu bangsa, kita ini tidak punya musuh, semua saudara kita semua. Muslim dan non-Muslim, suku apa saja, budaya mana saja tetap kita harus saling menghormati, sebagai saudara sebangsa setanah air," jelas Kiai Said.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kiai Said menyesalkan peristiwa yang terjadi di Manokwari. Jika masing-masing harus bisa menahan diri. Kembali kepada prinsip Bhineka Tunggal Ika dan bentrokan sebenarnya tidak harus terjadi.

"Saya mengharapkan kepada aparat kepolisian segera menyelesaikan keadaan ini, jangan sampai berkembang dan melebar kemana-mana yang sudah barang pasti semuanya rugi. Merugikan semua pihak, bukan hanya Papua, bukan hanya kita yang di luar Papua," katanya.

Sebagai bangsa, kata Said, semua kalangan merasa dirugikan jika ini tidak segera diselesaikan. Mencaci atau memaki tidak boleh terjadi kembali.

"Agama, suku, semua agama. Yang Islam, Kristen, semua agama melarang kita ini mencaci maki. Harus saling menghormati. Jangan sampai menjadi konflik berdarah."

Menurutnya, agama sebenarnya harus menjadi solusi bagaimana hidup dengan damai jangan sampai sebaliknya, agama menjadi faktor perpecahan. Harus lah menjadi solusi hidup damai, hidup bersaudara.

Kiai Said mengajak semua masyarakat, untuk mengambil pelajaran yang berharga apa yang terjadi seperti di Papua. Bahwa tidak ada yang menginginkan semua ini terjadi.

"Oleh karena itu ke depan harus kita berjiwa besar, kepala dingin, berdada lebar, setiap ada masalah kita selesaikan dengan damai. Kita tidak ada musuh Insya Allah," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini