Bagaimana Mengatasi Galau karena Memikirkan Masa Depan?

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 27 Agustus 2019 10:25 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 27 614 2097090 bagaimana-mengatasi-galau-karena-memikirkan-masa-depan-EQuZNt0eyG.jpg

Generasi milenial sering merasa galau ketika dihantui oleh masa depan. Mereka sering memikirkan dengan siapa akan menikah, sementara jodoh tak kunjung datang.

 Masa depan merupakan misteri

Ada juga yang memikirkan sudah berusia 30 ke atas namun belum memiliki rumah sehingga pada masa depan tak tahu akan tinggal di mana. Memikirkan masa depan memang sering kali membuat gelisah.

Lalu bagaimana mengatasi galau akibat memikirkan masa depan?

Allah berfirman:

"Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh."(QS 70:19).

Seperti dilansir About Islam, manusia terlalu mengkhawatirkan masa depan. Padahal Allah sendiri merahasiakan adanya hari akhir. Ketidaktahuan akan masa depan sering kali membuat kita menjadi gelisah.

Bahkan Nabi Muhammad SAW sendiri tidak punya kekuatan untuk mengetahui, apa yang akan terjadi pada harti esok. Allah berfirman:

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang gaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman."(QS 7: 188)

Seperti yang diterangkan di atas, Nabi Muhammad pun tidak punya andil untuk menentukan masa depan. Kekhawatiran, kegelisahan yang sering terjadi adalah perbuatan setan yang berbentuk nafsu. Oleh karena itu hendaknya kita hilangkan gelisah dan menyerahkan masa depan kepada Allah SWT.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Seperti dalam firman Allah:

"Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui."(QS 2:268).

Akibatnya, tak jarang malah ada yang berbuat yang dikutuk oleh Allah. Betapa banyak orang yang menjadi kikir karena mereka takut akan kekurangan di masa depan.

Ustadz Dhanu mengatakan, kegelisahan dapat mengacaukan keimanan manusia. Dan yang menyebabkan kegelisahan itu terjadi adalah adanya nafsu yang ada dalam diri seseorang.

"Hal yang menyebabkan kegelisahan jiwa ini adalah hal-hal tertentu. Itu berhubungan dengan nafsu, biasanya," katanya dalam sebuah acara kajian di MNC TV.

Nafsu yang sering membuat gelisah karena tidak didasari keikhlasan. Untuk itu, kata Ustadz Dhanu, dalam menyikapi sesuatu harus didasari tawakal pada Allah.

"Dengan kita tawakal, maka nafsu yang menggebu akan turun. yang dilakukan adalah harus menyerahkannya pada Allah," ujarnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya