nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peringatan Asyura di Irak Tewaskan 31 Orang, Ratusan Lainnya Luka-Luka

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 03:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 11 614 2103228 peringatan-asyura-di-irak-tewaskan-31-orang-ratusan-lainnya-luka-luka-dJEVSlwb2M.jpg Para Pengikut Syiah Berziarah ke Makam Cucu Nabi di Karbala, Irak

Peringatan Hari Asyura di Irak ricuh. Sebanyak 31 para peziarah tewas di sekitar makam cucu Nabi Muhammad SAW, Hussein bin Ali di Karbala, yang disucikan oleh pengikut syiah, Selasa (10/9/2019).

Dilansir dari laman Aljazeera, juru bicara kementerian kesehatan, Saif al-Badr, mengatakan, sekitar 100 orang lainnya cidera di Karbala, yang letaknya 100 kilometer dari Baghdad. Tapi untuk jumlah korban seluruhnya belum bisa dipastikan karena belum final.

Kericuhan berujung maut ini bermula ketika sebuah jalan seketika ambruk dan memicu kepanikan. Tragedi ini merupakan kejadian yang mengerikan dalam sejarah, yaitu selama peringatan Hari Asyura di Irak.

Para peziarah berkumpul di makam Hussein di Karbala

Sebelumnya, prosesi para peziarah berpakaian hitam berjalan beriringan menuju kuil berkubah emas tempat Hussein bin Ali di Karbala. Mereka membawa bendera hitam dengan tulisan Hussein berwarna merah dan meratap dengan keras.

"Hari ini bisa dibilang adalah hari terpenting bagi Syiah," kata salah seorang masyarakat di Karbala, Charles Stratford.

Sudah menjadi tradisi, jutaan peziarah mengunjungi Karbala di Irak setiap tahunnya. Tak lain untuk memperingati kematian Hussein, cucu Nabi Muhammad SAW pada tahun 680 Masehi.

Biasanya mereka yang mengunjungi Karbala setiap tahunnya adalah masyarakat Irak, Iran, Pakistan, Afghanistan, India, dan Lebanon.

"Kami berbicara dengan anggota otoritas kuil suci sebelumnya. Dan mereka mengatakan, lebih dari tiga juta pengunjung ada di kota hari ini untuk acara tersebut. Pada dasarnya, orang-orang jatuh ketika mereka mengitari makam Hussein, dan banyaknya orang telah membuat orang lain ikut jatuh," katanya.

Biasanya, cara kaum Syiah mengingat wafatnya Cucu Nabi ini dengan cara memukul-mukul dada hingga menyayat tubuh mereka sampai berkucuran darah. Hal ini untuk menunjukan rasa sedih dan pedih ketika Hussein wafat.

Upacara atau peringatan serupa juga terjadi di ibu kota Baghdad dan di kota-kota Irak, seperti di Najaf dan Basra. Juga di berbagai kota di dunia. Sebelumnya, di bawah pemerintahan mantan penguasa Saddam Hussein yang didominasi Sunni, peringatan Asyura kerap dilarang. Namun sekarang, peringatan Asyura menjadi hari libur nasional.

1
3

Berita Terkait

Asyura

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini