Islam Disebarkan di Tanah Air dengan Cara Damai

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 11 September 2019 10:32 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 11 614 2103343 islam-disebarkan-di-tanah-air-dengan-cara-damai-VUzQEVIh9S.jpg Penyebaran Islam di Tanah Air dengan cara damai (Foto: Pixabay)

Sejatinya Islam disebarkan di Tanah Air dengan cara damai. Tak ada jalan kekerasan yang dilakukan guna menyebarkan Islam di Nusantara.

 Para ulama datang ke Tanah Air sebarkan Islam

Penulis buku berjudul ‘Jejak Islam di Nusantara’, Adi Teruna Efendi mengatakan, Islam disebarkan di Tanah Air untuk pertama kalinya melalui jalan perdamaian, bukan dengan peperangan maupun kekerasan.

Ia menjelaskan, alasan menulis buku tersebut bertujuan untuk mengingat sejarah Islam masuk ke Nusantara dengan jalan damai supaya generasi muda memahaminya.

Menurut Adi, buku ini ditulis berdasarkan ayat Alquran. Yaitu Surat Ar Rum yang menjelaskan pentingnya pemahaman tentang sejarah. Oleh karena itu buku ini bertujuan untuk mengingat sejarah Islam.

"Sebenarnya berangkat dari Al Baqarah, ketika Allah menciptakan khalifah, yaitu manusia untuk memimpin dunia ini," kata Adi yang juga seorang dokter saat berdiskusi di Gedung IASTH, Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).

Sementara itu Ketua Rumah Perdamaian Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) Syaroni Rofli mengatakan, anak muda saat ini harus lebih banyak diberi pengetahuan tentang negaranya sendiri. Sebab mereka lebih banyak tahu mengenai sejarah negara di Barat.

“Anak muda sekarang lebih banyak tahu tentang sejarah barat ketimbang sejarah negara mereka sendiri,” ujarnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Syaroni menambahkan, banyak yang tidak mengetahui Islam masuk ke Indonesia karena sebagian besar berasal para ulama berdagang di kawasan pesisir Indonesia.

Pengamat Sejarah dari Universitas Indonesia, Muhammad Iskandar mengatakan, Islam hadir ke Indonesia diajarkan dengan segala bentuk kesederhanaan.

“Ulama disini bukan berarti ulama Arab yang langsung berdakwah berceramah dengan bahasa Arab, bukan. Pendekatan mereka lebih dengan menunjukkan kesederhanaan, mereka sama seperti orang biasa ikut berdagang ke wilayah Indonesia sehingga dakwah yang diterima juga lebih mudah,” paparnya

Iskandar juga menyebutkan, para Wali Songo yang dikenal sebagai penyebar agama Islam di Indonesia adalah keturunan Nabi Muhammad SAW.

“Itu masih ada keturunan dari Fatimah RA, secara garis besar ya buku ini membahas tentang sejarah Islam di Indonesia, sebagai pengingat kita lagi, seperti Oase di lahan tandus, kita harus mengingat sejarah kita,” katanya.

Perlu diketahui, Pusat Pengkajian Strategi Nusantara (PPSN) menggelar bedah buku ‘Jejak Islam di Nusantara’ bersama para pengamat sejarah dan civitas akademika Universitas Indonesia (UI) di Ruang Seminar, Gedung IASTH, SKSG UI, Jalan Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya