nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indahnya Kerukunan Umat Beragama, Santri Lantunkan Kasidah bagi Rabi Yahudi di Gereja

Rabu 11 September 2019 16:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 11 614 2103515 indahnya-kerukunan-umat-beragama-santri-lantunkan-kasidah-bagi-rabi-yahudi-di-gereja-XMENMqXkyp.jpg Indahnya kerukunan antara rabi, santri, dan pendeta (Foto: NU Online)

Dunia akan terasa indah dan menyenangkan jika kerukunan antar umat beragama terus dijaga. Tak ada caci maki, apalagi perang akibat berbeda agama dan pandangan.

 Indahnya persahabatan antar umat beragama

Kisah ini akan menginspirasi Anda untuk terus menjaga kerukunan antar umat beragama. Kisah yang indah dan patut dijadikan teladan untuk memberikan rahmat bagi sesama tanpa melihat apa agamanya.

Suatu ketika, pengajar di Pondok Buntet Pesantren Cirebon, M Abdullah Syukri akhirnya mendapatkan izin dari keluarganya untuk mengikuti program 1.000 Abrahamic Circles.

Ia yang dulu juga santri di pondoknya segera terbang ke Jakarta untuk langsung terbang ke Belgrade, Serbia.

Di Serbia, ia tinggal bersama komunitas Kristen Ortodoks selama seminggu pada akhir Agustus lalu.

Abdullah pun menceritakan kisahnya. Suatu ketika Rabi Yahudi Howard Hoffman dari Amerika Serikat menyanyikan sebuah lagu untuknya dan Pendeta Kristen Ortodoks dari Serbia Father Gligorije Markovic.

Lalu Father Gligorije Markovic membalas dengan menyanyikan sebuah lagu untuk Abdullah dan Rabbi Howard. Akhirnya, Abdullah pun melantunkan lagu kasidah untuk Rabi Howard sebagai bentuk terima kasih karena sudah dinyanyikan sebuah lagu.

"Bisa Anda bayangkan, santri dari pesantren melantunkan kasidah untuk Rabi Yahudi di sebuah gereja," kata Abdullah.

Inilah sebuah perbedaan yang harus diterima oleh seluruh umat manusia. Sebab Allah menciptakan umat manusia itu berbeda-beda termasuk agamanya.

Kasidah yang disenandungkan oleh Abdullah bukanlah kasidah biasa. Namun sebuah kasidah yang sangat disukai oleh gurunya tercinta yakni almarhum KH Maimoen Zubair.

"Sa'duna fid dunya, fauzuna fil ukhra, bi Khadijatal Kubra, wa Fathimataz Zahra," begitu Abdullah melantunkan kasidah tersebut untuk seorang Rabi Yahudi.

Peristiwa itu divideokan oleh salah satu panitia program 1.000 Abrahamic Circles. Ia sempat khawatir saat video tersebut diunggah ke berbagai media sosial.

Namun hal yang terjadi justru hal yang tak terduga dan membuatnya terkejut, yakni video tersebut viral diunggah di beberapa media sosial jejaring NU yang penontonnya mencapai puluhan ribu orang. "Sebanyak 50.000 kali ditonton dan semua komentarnya positif," ujarnya.

Seperti dilansir NU Online, ketika kembali ke Pondok Buntet Pesantren, ia mendapat berbagai ungkapan apresiasi dari keluarga dan masyarakat. "Anda melakukan hal baik di sana," katanya mengutip pernyataan masyarakat yang menyambutnya.

Ia bertekat akan menggebrak pandangan santri yang dikenal tertutup dan kurang berani mengambil langkah yang terbuka. Ia siap memperkenalkan perbedaan kepada para santrinya.

1
3

Berita Terkait

Serba-serbi Muslim

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini