nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gus Mus: Mbah Moen Berilmu Tinggi dan Merangkul Semua Umat

Jum'at 13 September 2019 21:37 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 09 13 614 2104668 gus-mus-mbah-moen-berilmu-tinggi-dan-merangkul-semua-umat-hWCuDtNUpl.jpg Mbah Moen merangkul semua umat (Foto: Inst)

Pengasuh Pesantren Raudlatut Tholibien Leteh Rembang KH Ahmad Musthofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus mengatakan, salah satu sikap patut dicontoh dari KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen adalah tidak membeda-bedakan sesama umat manusia. Sebab teman Mbah Moen bukan hanya se-NU, bukan hanya satu partai, bukan hanya sesama muslim, tetapi juga seluruh umat manusia.

 Mbah Moen dicintai banyak orang

"Mbah Moen itu bukan hanya di lingkungan NU, lingkungan partai, lingkungan muslim saja namun tetapi lebih dari itu. Semua umat manusia dirangkul dan tidak membeda-bedakan," ujar Gus Mus kemarin.

Menurut Gus Mus, hingga saat ini banyak orang di berbagai daerah, di berbagai pondok pesantren, dan di berbagai provinsi menggelar doa bersama bertepatan hari ke-40 mangkatnya ulama karismatik yang dimiliki Kabupaten Rembang itu.

"Sekarang orang pada menangisi kehilangan Mbah Moen. Di mana-mana ada yang shalawatan, ada yang tahlilan. Di sini ada yang menyampaikan ungkapan kehilangan melalui syair. Kalau semua sudah habis diambil semuanya semuanya pada bingung, maka orang bodoh akan dimintai fatwa. Maka cirinya orang bodoh adalah suka mengeluarkan fatwa,” tambah Gus Mus.

Baginya, Mbah Moen ilmunya bukan hanya dari ucapan, perbuatan ataupun prilakunya saja. Tetapi, pada diri Mbah Moen merupakan segalanya.

“KH Maimoen Zubar itu ilmunya tidak hanya pada ucapannya, tidak hanya pada perbuatannya, tetapi pada dirinya. Maka tidak heran kalau seluruh Indonesia yang santri atau tidak, yang nasionalis yang biasa pasti akan diterima oleh Mbah Moen,” terangnya.

Seperti dilansir NU Online, Gus Mus kala itu berbicara dalam acara Mengenang Kiai Bangsa, peringatan 40 Hari KH Maimoen Zubair dan peluncuran Buku Antologi Puisi Bersama Selasa di Pekuburan Ma'la, di Rembang, Kamis (12/9) malam.

Buku yang diluncurkan bersamaan peringatan 40 hari Mbah Moen mengisahkan tentang Mbah Moen, merupakan karya para penyair nusantara. Acara tersebut juga dihadiri oleh ribuan santri dan penyair dari penjuru Indonesia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini