Mahathir Mohamad Khawatir Warga Malaysia Gagal Paham Isi Ceramah Zakir Naik

Kamis 19 September 2019 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 19 614 2106755 mahathir-mohamad-khawatir-warga-malaysia-gagal-paham-isi-ceramah-zakir-naik-WcJDfd65tS.jpg Ceramah Zakir Naik seing kontroversial (Foto: Reuters)

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, ia khawatir warga Malaysia yang mendukung penceramah Zakir Naik tak memahami isi ceramah penceramah tersebut alias gagal paham.

“Saya khawatir Zakir Naik berbicara dalam bahasa Inggris. Sedangkan para pendukungnya kebanyakan mereka yang tidak bisa berbicara bahasa Inggris, mereka bisa berpikir bahwa pria ini merupakan pejuang hebat," ujar Mahathir.

Menurut Mahathir, perbedaan bahasa itu membuat ia khawatir kalau para pendukung Zakir Naik ini tak memahami isi ceramah pria tersebut.

Dalam kesempatan itu, Mahathir juga menjelaskan, Zakir telah melanggar kriteria status warga negara permanennya di Malaysia dengan membuat komentar tentang politik dan sistem negara itu.

Namun Pemerintah Malaysia sangat berhati-hati menangani masalah ini karena Zakir memiliki pendukung. Tindakan yang dilakukan terhadap Zakir sama saja berhadapan dengan kelompok tersebut.

“Ketika kita mengambil tindakan apa pun terhadapnya, itu berarti kita melawan kelompok itu. Di Malaysia, Anda harus sangat berhati-hati menghadapi hal ini,” terang Mahathir.

Seperti dilansir Inews, Kamis (19/9/2010), sebelumnya Kepolisian Malaysia masih menunggu keputusan dan instruksi lebih lanjut dari Kejaksaan Agung terkait dua tuduhan rasis yang dialamatkan kepada Zakir.

Kasus itu antara lain menuduh komunitas Hindu India di Malaysia lebih setia kepada Perdana Menteri Narendra Modi ketimbang PM Mahathir Mohamad. Kasus lain terkait pernyataan Zakir yang dituduh ingin mengusir etnis China dari Malaysia.

Saat ini polisi juga masih menyelidiki pernyataan yang dilontarkan oleh lima orang yang menyebabkan kemarahan publik terhadap Zakir.

Sejatinya, lanjut Mahathir, Pemerintah Malaysia ingin mengeluarkan Zakir dari negaranya. Sebab komentarnya yang bernada rasis dan berbahaya bagi persatuan Malaysia.

"Kami saat ini masih berusaha untuk mendapatkan tempat bagi Zakir agar dia bisa tinggal. Namun hingga saat ini tak ada yang mau menerimanya," terang Mahathir.

Bahkan India, negara asal Zakir juga tak memintanya untuk dideportasi.

“India juga tidak meminta. Saya sudah bertemu Perdana Menteri Narendra Modi, dia tidak meminta saya mengirim balik pria tersebut. Zakir dianggap bisa merepotkan bagi India," kata Mahathir.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini