Share

Hendak Naik Pesawat, Gadis Muslim Dipaksa Lepas Hijab

Heidy Safira, Jurnalis · Selasa 24 September 2019 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 24 614 2108786 hendak-naik-pesawat-gadis-muslim-dipaksa-lepas-hijab-PEMGFdaRHY.jpg Pesawat terbang (Foto: Reuters)

Maskapai penerbangan Air Canada menjadi sorotan publik setelah stafnya diduga memaksa seorang gadis muslim 13 tahun untuk melepas hijabnya dengan alasan keamanan.

 Pesawat terbang

Seperti dilansir dari abc7news, Selasa (24/9/2019), Fatima Abdelrahman, 13 tahun, merupakan seorang anggota tim squash nasional AS pertama yang menggunakan hijab. Gadis muslim itu mengalami peristiwa yang tak menyenangkan saat mau naik pesawat Air Canada.

Seorang staf Air Canada memanggil dan memaksa Fatima untuk melepas hijabnya saat ia hendak memasuki pesawat. Kala itu Fatima melakukan penerbangan dari San Francisco, AS menuju Toronto, Canada pada Agustus lalu bersama timnya.

Fatima dipanggil dan dipaksa melepas hijabnya karena ia tidak mengenakan hijab di foto paspornya. Awalnya ia menolak permintaan untuk melepas hijabnya. Namun staf Air Canada memaksanya.

Fatima tak berdaya, ia terpaksa melepas hijabnya. Semua rekan tim dan juga pelatihnya telah lebih dulu memasuki pesawat, tinggal ia sendirian.

Merasa terhina, Fatima mengungkapkan, hijab yang dikenakannya tak menutupi wajahnya sehingga wajahnya tetap bisa dicocokkan dengan foto di paspornya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Insiden ini menjadi besar dan diketahui publik setelah saudara perempuan Fatima, Sabreen Abdelarahman menceritakan tentang insiden itu di sosial media dan di respon oleh pihak maskapai.

“@AirCanada tolong jelaskan mengapa Anda memaksa saudara perempuan saya yang berumur 12 tahun di penerbangan 758 agar dia melepaskan hijabnya DI GERBANG ?? SETELAH dia sudah melewati keamanan?? Terima kasih karena telah merusak pengalamannya sebagai pemain Squash Tim Nasional AS pertama yang memakai hijab dan pertama kali dia berpergian sendiri,” tulis Sabreen di Twitter.

Hingga saat ini Air Canada belum menanggapi permintaan komentar dari abc7news. Namun keluarga Fatima mengatakan, sudah menerima email dari maskapai Air Canada, dan pihak maskapai memberi tahu akan memperbarui kebijakan mereka setelah insiden tersebut.

Ammad Rafiqi, selaku pengacara dari keluarga Fatima saat ini telah bekerjasama dengan Dewan Hubungan Islam Amerika San Francisco Bay Area. Ia mengatakan, mereka memberi Air Canada dua minggu untuk menanggapi dan memberikan jawaban atas isiden yang menimpa Fatima.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini