Saat asyik memijat Mbah Moen, tiba-tiba Bahrul Munir membatin, terbesit dalam hatinya tentang Gus Dur. Tiba-tiba pula Mbah Moen langsung berkata;
“Aku gak wani dengan Gus Dur karena beliau itu titisane Mbah Muhammad Hasyim Asy’ari. (Saya tidak berani sama sekali kepada Gus Dur, karena beliau itu titisan dari KH Hasyim Asy’ari).
Betapa kaget dan terperanjatnya Bahrul Munir terhadap apa yang disampaikan oleh seorang ulama, faqih, muhaddis yang bernama Mbah Moen tersebut.
Terbukti, ketika Gus Dur wafat, Mbah Moen sendiri yang hadir dan mentalkin. Ia Juga menjadi rujukan para ulama dan Kyai Nusantara. Hingga sekarang, makam Gus Dur benar-banar memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat setempat. Setiap bulan, kotak amal yang dihasilkan mencapai ratusan juta rupiah.