"Dari penelitian ini terlihat jelas sekali aspek-aspek yang memang diperlukan dalam meningkatkan kemampuan baca tulis Alquran di kalangan mahasiswa UIN. Saya harap penelitian ini bisa dikembangkan lebih jauh lagi kepada mahasiswa prodi umum di perguruan tinggi negeri. Apakah kemampuan baca tulis Alquran di perguruan tinggi umum itu seimbang dengan di UIN atau jauh lebih rendah," tandas Arskal.
Ada tiga model pembinaan dan peningkatan BTQ mahasiswa UIN yang dihasilkan dari hasil penelitian Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran yakni optimalisasi Ma'had Jamiah, kolaborasi dengan lembaga lain dan swakelola dengan mengambil tenaga pengajar dari dosen yang tersertifikasi.
Sebelumnya dikabarkan bahwa indeks kemampuan baca Alquran tertinggi diraih mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) dengan skor 3,94 dari rentang 1 – 5.
Untuk kemampuan tulis Alquran, indeks tertinggi adalah mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (3.80).
Lebih lanjut, Penelitian Kemampuan Baca Tulis Alquran (BTQ) Mahasiswa UIN di Indonesia pada 2019 ini melibatkan 14 kampus dengan 50 responden yang komposisinya 25 mewakili prodi umum dan 25 mewakili prodi agama.