nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Maulid Nabi, Abu Lahab Dapat Keringanan di Neraka karena Gembira atas Kelahiran Muhammad

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 08 November 2019 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 11 08 614 2127347 maulid-nabi-abu-lahab-dapat-keringanan-di-neraka-karena-gembira-atas-kelahiran-muhammad-jsRR4u6dZo.jpg Ilustrasi neraka (Foto: Friendly Atheist)

Peringatan Maulid Nabi merupakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ke muka bumi. Rupanya banyak orang dan makhluk Allah yang ikut bergembira atas kelahiran Sang Nabi Besar.

Oleh karena itu tak heran jika umat Islam di berbagai belahan dunia merayakan Maulid Nabi.

 Kelahiran Nabi membuat semesta bergembira

Bahkan manfaat bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW ternyata juga bisa dirasakan oleh pamannya Abu Lahab yang selama ini selalu menentang dakwah Nabi, sebagaimana disampaikan al-Hâfidh Syamsuddîn al-Jazary dalam ‘Urf at-Ta’rîf bi al-Maulid as-Syarîf:

“Abu Lahab terlihat dalam mimpi setelah ia mati. Ia ditanya, ”Bagaimana kondisimu?”

Abu Lahab menjawab, “Di neraka. Hanya saja Allah memberi keringanan padaku setiap malam Senin dan aku menghisap air dari antara jariku dengan ukuran segini -ia mengisyarahkan dengan ujung jarinya- semua ini karena aku memerdekakan Tsuwaibah setelah memberitahukan kelahiran Nabi SAW dan karena menyusukan Nabi padanya.”[5]

Kisah tersebut diriwayatkan oleh Imam Bukhâri dalam Kitâb an-Nikâh, Ibn Hajar dalam Fath al-Bâri`, ‘Abdur Razâq as-Shan’âny dalam al-Mushannaf, al-Baihaqy dalam Dalâ`il an-Nubuwwah, Ibn Katsîr dalam al-Bidâyah, as-Syaibany dalam Hadâ`iq al-Anwâr, al-Baghawy dalam Syarh as-Sunnah, dan lain-lain.

Seperti dilansir website Pondok Pesantren Lirboyo, Abu Lahab yang kafir saja mendapatkan dispensasi siksa karena memuliakan dan ikut bergembira atas kelahiran Nabi Muhammad SAW kala itu.

Apalagi bila yang bergembira adalah umat Islam. Maka tentu saja akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Meskipun kisah ini termasuk kategori hadits mursal, namun dapat diterima karena telah dinukil oleh Imam Bukhari dan menjadi pedoman para ulama.

Namun ini hanya dalam permasalahan sejarah bukan dalam hukum. Intinya, tidak setiap perbuatan yang tidak dikenal di masa awal Islam berarti tidak boleh dilakukan.

Apalagi dalam permasalahan Maulid Nabi. Meski model secara utuh yang dikenal sekarang tidak pernah dilakukan di masa awal Islam namun secara parsial, tiap amalan-amalan yang dilakukan pada perayaan Maulid Nabi dianjurkan agama.

Namun ini hanya dalam permasalahan sejarah bukan dalam hukum. Intinya, tidak setiap perbuatan yang tidak dikenal di masa awal Islam berarti tidak boleh dilakukan.

Apalagi dalam permasalahan Maulid Nabi. Meski model secara utuh yang dikenal sekarang tidak pernah dilakukan di masa awal Islam namun secara parsial, tiap amalan-amalan yang dilakukan pada perayaan Maulid Nabi dianjurkan agama.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini