Pada saat itu, anti-Semitisme tidak hanya menjadi topik di Jerman, tetapi juga di Turki negara asal Demirel. Pada 15 November 2003, dua bom meledak di depan sinagog Istanbul, menewaskan 24 orang. "Serangan ini menggerakkan simpati kami kepada umat Yahudi," kata Demirel.
Lima belas tahun kemudian, KIGA telah menjadi pusat kegiatan pendidikan yang terkenal untuk memerangi anti-semitisme dan Islamofobia di masyarakat Jerman. Muslim dan umat Yahudi bergandengan tangan untuk melawan diskriminasi terhadap umat Islam dan umat Yahudi sebab kebencian karena agama tertentu tak diperbolehkan ada di muka bumi.
(Dyah Ratna Meta Novia)