KUA dan Penghulu Diminta Patuhi Ketentuan Batas Minimal Usia Menikah

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 04:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 21 614 2132832 kua-dan-penghulu-diminta-patuhi-ketentuan-batas-minimal-usia-menikah-zI507gqWFq.jpg Usia menikah harus diperhatikan (Foto: Shutterstock)

Kementerian Agama (Kemenag) meminta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dan penghulu mematuhi ketentuan batas minimal usia menikah laki-laki dan perempuan sebagaimana termaktub dalam UU Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam Mohsen mengatakan, revisi UU Perkawinan tersebut sebagai tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi yang menilai usia menikah sebagaimana dimaksud Pasal 7 ayat (1) diskriminatif karena membedakan usia pria dan wanita. Perubahan UU Perkawinan juga memiliki semangat untuk mencegah perkawinan anak karena umur 16 tahun masih dianggap usia anak.

 menikah

Menurut Mohsen, revisi UU Nomor 1 Tahun 1974 hanya mengubah tiga ayat di Pasal 7 yang terkait dengan usia nikah dan dispensasi Pengadilan. Kemudian menyisipkan satu pasal tambahan di antara Pasal 65 dan Pasal 66 menjadi Pasal 65A yang terkait dengan ketentuan peralihan.

"Jadi jangan salah paham seolah-olah UU Nomor 16 Tahun 2019 ini menggantikan UU Nomor 1 Tahun 1974," ujar Mohsen kemarin.

"Sedikit sekali yang diganti. Ketentuan lain di UU Nomor 1 Tahun 1974 tetap berlaku," tambahnya.

Terkait dengan pendapat bahwa UU Nomor 16 Tahun 2019 bertujuan untuk mencegah perkawinan anak, menurut Mohsen, hal itu bisa diperdebatkan. Sebab, tidak ada jaminan dengan menaikkan batas minimal usia menikah maka perkawinan anak bisa ditekan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Seperti dilansir dari website Kemenag, menurut mantan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam ini, pencegahan perkawinan anak harus dilakukan dengan bimbingan dan sosialisasi yang terkait dengan hamil di luar nikah. Sebab menurutnya, tingginya kontribusi terhadap terbitnya dispensasi nikah dari Pengadilan akibat hamil di luar nikah.

"Makanya kita akan terus melakukan sosialisasi tentang pencegahan perkawinan anak dengan cara memperbaiki akhlak para remaja kita," terang Mohsen.

Bimbingan perkawinan ini, kata dia, akan dilakukan secara bertahap yaitu bimbingan perkawinan untuk remaja atau usia sekolah serta calon pengantin.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya