Share

Sains Dalam Alquran, Petunjuk dengan Bintang-Bintang, Bukan Planet

Ibrahim Al Kholil, Jurnalis · Selasa 26 November 2019 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 26 614 2134587 sains-dalam-alquran-petunjuk-dengan-bintang-bintang-bukan-planet-jouAeSAubv.jpg Bintang-bintang sebagai petunjuk jalan (Foto: On The Go)

Pada saat sains empiris tidak bisa membedakan sinar (dhiya’) dan cahaya (nur), padahal waktu itu sains empiris sedang pada puncak kejayaannya.

Saat sains empiris tak membedakan antara sinar dan cahaya, kita menemukan Alquran senantiasa mendeskripsikan matahari sebagai benda bersinar dan bulan sebagai benda bercahaya.

 Bintang di angkasa punya nama Arab

Allah berfirman, “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya.” (QS Yunus: 5).

Sinar adalah sesuatu yang memancar secara langsung dari benda yang menyala dan bercahaya dari dirinya sendiri. Dan ketika sinar itu menerpa benda gelap (tidak menyala), benda itu akan memantulkan cahaya.

Pembedaan yang teliti ini antara sinar dan cahaya pada 1.400 tahun yang lalu, merupakan salah satu bukti akan kemukjizatan ilmiah Alquran.

Logikanya, apakah pada masa yang sangat jauh itu ada yang bisa melakukan pembedaan tersebut selain Sang Pencipta?

Allah berfirman, “(Dia menciptakan) tanda–tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang–bintang mereka mendapat petunjuk.” (QS An-Nahl: 16).

“Dan Dialah yang menjadi bintang – bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut.” (Al-An’am: 97).

Al-Quran telah menunjukan bahwa petunjuk jalan dalam kegelapan adalah bintang-bintang, bukan planet-planet, walaupun planet-planet juga bersinar sebagaimana bintang-bintang.

Sinar planet-planet pun sampai di bumi sebagaimana sinar bintang-bintang pada tengah malam.

Sains modern telah membuktikan bahwa bintang adalah sumber cahaya yang sebenarnya di langit. Sebab, bintang adalah benda langit yang terdapat nyala api di dalamnya dan suhunya bisa mencapai jutaan derajat.

Oleh sebab itu terlahirlah cahaya dari diri bintang itu sendiri dan cahaya itu dipancarkannya ke luar. Dan dengan cahaya itu bintang bisa menyinari permukaan bumi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Adapun cahaya yang berasal dari planet bukan sinar yang hakiki, melainkan didapatkannya dari cahaya bintang lalu dipantulkannya ke bumi.

Sebab, planet adalah benda langit yang dingin dan tidak ada nyala api di dalamnya serta tidak mampu memancarkan cahaya dari diri mereka sendiri.

Dari sini bisa kita mencatat bahwa Alquran tidak menyebut planet-planet sebagai faktor penunjuk jalan dalam kegelapan, tetapi mengkhususkannya pada bintang-bintang. Dan inilah yang tidak diketahui oleh orang-orang terdahulu sebelum 1400 tahun yang lalu.

Pengetahuan ini dikutip dari Buku Pintar Sains Dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah karya Dr.Nadiah Thayyarah.

 

Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke redaksi.okezone@mncgroup.com, cc okezone.lifestyle2017@gmail.com.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini