Share

Sains Dalam Alquran, Langit Tempat Penampungan Air

Ibrahim Al Kholil, Jurnalis · Rabu 27 November 2019 04:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 11 26 614 2134748 sains-dalam-alquran-langit-tempat-penampungan-air-FFS28DgypT.jpg Langit sebagai penampungan air (Foto: World Atlas)

Langit bukan hanya tempat kita menyaksikan matahari, bulan, dan bintang bersinar. Namun fungsi langit ternyata lebih dari itu.

Allah berfirman, “Demi langit yang mengandung ar-raj’u dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan.”(QS Ath-Thariq: 11-12).

 hujan

Sang Pencipta jagat raya mendeskripsikan langit dengan satu kata, “Demi langit yang mengandung ar-raj’u.” Alquran yang mulia di atas menunjukkan salah satu sifat terpenting langit, yaitu mengandung ar-raj’u.

Lalu apa makna ar-raj’u itu?

Secara etimologi, ar-raj’u, sebagaimana dituturkan Ibnu Manzhur dalam lisan Al-Arab, adalah tempat penampungan air.

Menurut Al-Lihyani, langit dikatakan mengandung ar-raj’u karena ia mengembalikan (apa yang datang dari bumi) dalam bentuk hujan. Kata ar-raj’u berasal dari kata ar-ruju’, yang berarti kembali dan mamantulkan.

Jadi, arti ayat di atas ialah langit mempunya tugas untuk mengembalikan dan memantulkan.

Semakin maju sains semakin banyak ditemukan fakta-fakta ilmiah yang mendukung deskripsi sederhana dan penuh mukjizat ini.

Bulan pada orbitnya dan mengelilingi bumi. Ia pergi kemudian kembali lagi ke tempatnya yang semula.

Komet-komet pun seperti itu. Komet Halley, misalnya, melewati bumi persis pada tahun 1910 dan kembali melewati bumi lagi persis pada tahun 1986.

Satu siklus komet ini membutuhkan waktu 76 tahun. Jadi bumi berevolusi dan kembali, bulan berevolusi dan kembali, matahari bervolusi dan kembali, komet-komet berevolusi dan kembali, dan semua benda langit berevolusi pada orbitnya yang berbentuk elips dan kembali lagi ke tempatnya semula.

Inilah tampilan pertama tentang langit yang mengandung ar-raj’u. Tafsiran kedua, gas- gas yang Allah tempatkan di udara mengandung ar-raj’u (sifat kembali dan memantulkan).

Oksigen yang dihirup manusia dikeluarkan dalam bentuk karbon dioksida, kemudian diambil oleh tumbuhan dan dikeluarkan dalam bentuk oksigen kembali.

Jadi, oksigen memiliki siklus alamiah, yaitu dari oksigen menjadi karbon dioksida dan menjadi oksigen lagi.

Tafsiran ketiga, jika anda mengirim gelombang elektro magnet ke langit, gelombang iu akan kembali lagi ke bumi. Sistem transmisi saat ini menggunakan prinsip ini.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tafsiran keempat, jika uap air naik ke langit, ia akan kembali lagi ke bumi dalam bentuk hujan, Allah berfirman, “Demi langit yang mengandung hujan (ar-raj’u) …” (Ath-Thariq: 11)

Langit mengembalikan uap air yang datang dari bumi dalam bentuk hujan, gelombang elektro magnet dalam bentuk transmisi, dan gas-gas dengan segala perubahannya dalam bentuk asalnya.

Semua benda langit akan kembali ke tempat semula karena ia berputar dan bergerak dalam lintasan yang berbentuk elips.

Maka, ketika Allah berfirman dalam ungkapan yang ringkas penuh mukjizat,

“Demi langit yang mengandung ar-raj’u ,” itu artinya bahwa firman tersebut bersumber dari Sang Pencipta semesta ini.

Pengetahuan ini dikutip dari Buku Pintar Sains Dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah karya Dr.Nadiah Thayyarah. (DRM)

Redaksi Okezone menerima foto atau tulisan pembaca berupa artikel tausyiah, kajian Islam, kisah Islam, cerita hijrah, kisah mualaf, event Islam, pengalaman pribadi seputar Islam, dan lain-lain yang berkaitan dengan Muslim. Dengan catatan foto atau artikel tersebut tidak pernah dimuat media lain. Jika berminat, kirim ke redaksi.okezone@mncgroup.com, cc okezone.lifestyle2017@gmail.com.

 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini