Seorang pria dipuji muslim dunia setelah menendang pendemo yang membakar Alquran yang suci dalam unjuk rasa anti-Islam di Kristiansand, Norwegia beberapa hari lalu.
Pria itu menendang pemimpin organisasi sayap kanan Stop Islamisation of Norway (SIAN), Lars Thorsen, sebagai upaya membela Alquran yang suci.
Pria yang dikenal dengan nama Qusay Rashed tersebut dipuji oleh muslim di berbagai belahan dunia. Bahkan Ustadz Yusuf Mansyur pernah memuji aksinya dalam akun Instagram-nya.
"Semoga semua insan beragama di dunia ini, bisa menunjukkan kehalusan budi agamanya. Dan tidak menghina Tuhan, kitab suci, nabi, dan keyakinan masing-masing agama," pesan Ustadz Yusuf Mansur dalam akun Instagramnya.
Seperti dilansir The New Arab beberapa waktu lalu, media Pakistan menyebut Rashed merupakan warga Palestina yang tinggal di Norwegia.
"Hadirin sekalian menghadirkan ke hadapan Anda, Sang Pembela Quran (Rashed)," tulis netizen di Twitter.
#IslamophobiaNorwayToday
— Humza Asim (@humza_asim) November 20, 2019
In #Norway, anti-Islam extremist burned the Holy Quran in public. He was shielded by the police. One muslim guy tried to stop extremists but police arrested that muslim guy instead of stopping the extremists.salute the "Muslim HERO" pic.twitter.com/nJzeNheAVY
"Salutlah saudara," tambahnya, menggunakan tagar #RealHeroOfTheMuslimUmmah.
Netizen lainnya menulis, "Orang yang melompat dari pagar dan menyelamatkan Alquran suci dari pembakaran dalam protes anti-Islam di Norwegia telah memenangkan hati jutaan umat manusia."
Seorang netizen, Humza Asim melalui Twitter-nya mengatakan, ekstremis anti-Islam membakar Alquran di publik. Saat melakukan pembakaran dia malah dilindungi polisi.
Seorang pria muslim, lanjut Humza Asim, mencoba menghentikan para ekstremis tetapi polisi malah menangkap pria muslim tersebut daripada menghentikan aksi para ekstremis. Salut bagi pahlawan muslim ini!
Insiden pembakaran Alquran tersebut menarik perhatian di Pakistan. Bahkan Kementerian Luar Negeri Pakistan memanggil Duta Besar Norwegia untuk menjelaskan masalah tersebut.Duta Besar Pakistan untuk Oslo juga diinstruksikan untuk menyampaikan protes Pakistan dan keprihatinan mendalam kepada pihak berwenang Norwegia atas insiden pembakaran Alquran tersebut.Turki juga mengutuk pembakaran Alquran tersebut. "Kami berharap tindakan seperti itu dapat dicegah dan mereka yang bertanggung jawab akan diadili secepat mungkin," kata Kementerian Luar Negeri Turki.KBRI Oslo juga telah menyampaikan keprihatinan atas insiden pembakaran Alquran tersebut kepada Kementerian Luar Negeri Norwegia.
Warga Norwegia di media sosial dengan cepat segera menjauhkan diri dari SIAN.
"Kristiansand adalah kota untuk semua orang, dan kami menerima berbagai keragaman dan perbedaan. Tindakan seperti itu (pembakaran Alquran) merupakan tindakan provokatif dan disesalkan," kata Walikota Kristiansand Harald Furre kepada penyiar nasional Norwegia NRK dalam sebuah wawancara.
Baik Thorsen and Rashed dilaporkan ditahan oleh pihak berwenang Norwegia atas insiden tersebut. Sebelumnya di media sosial Rashed disebut bernama Ilyas.
(Dyah Ratna Meta Novia)