Sejatinya ide bagi-bagi Alquran ini sudah dikemukakan oleh mantan Menteri Kebudayaan Buruh Norwegia, Hadia Tajik.
Pada tahun 2014 saat ISIS merajalela, Hadia Tajik mengusulkan bagi-bagi Alquran kepada para pemuda muslim sebelum para ekstremis mendekati mereka dan mengajarkan ajaran sesat.