nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Mualaf, Wanita Latin Sembunyi-Sembunyi Belajar Islam dari Youtube

Ibrahim Al Kholil, Jurnalis · Rabu 11 Desember 2019 10:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 11 614 2140499 kisah-mualaf-wanita-latin-sembunyi-sembunyi-belajar-islam-dari-youtube-2vNKhutzfj.jpg Khadijah Noor Tanju. Foto: Amy Newman-NorthJersey. (Sumber: Usatoday)

KHADIJAH Noor Tanju merupakan wanita Latin asal Kolombia yang datang ke Amerika Serikat ketika dia berusia sembilan tahun. Ia hijrah ke Negeri Paman Sam tersebut bersama keluarganya. Perempuan yang memiliki nama lahir Carol tersebut kini sudah masuk Islam atau telah jadi mualaf.

Lalu bagaimana kisahnya ketika berpindah keyakinan dan setelah jadi mualaf? Suatu ketika, Khadijah yang dulunya bernama Carol, bentrok dengan keluarganya karena ia menolak budaya dan kepercayaan lamanya.

Ketegangan muncul ketika dia menikah dengan seorang pria Turki-Amerika. Lalu keluarga dan kerabatnya melontarkan komentar tentang Muslim sebagai teroris. Sementara sang suami mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menyakiti istrinya, Khadijah.

Mualaf Khadijah. Foto: Ami Newman-NorthJersey. Sumber: Usatoday

Dikutip dari Usatoday pada Rabu (11/12/2019), Khadijah sebenarnya tidak terlalu religius ketika ia pertama kali bertemu kekasih yang jadi suaminya itu. Namun seiring berjalannya waktu, dia mulai sadar tentang kebenaran Islam, dan secara sembunyi-sembunyi mempelajari agama tersebut lewat menonton di YouTube.

Suatu malam, saat mendengarkan ceramah di rumah, dia merasa terilhami, hingga kemudian pada 2015, ia bertobat dan bersyahadat, kemudian resmi jadi mualaf sesungguhnya. Pada awalnya, keluarganya tidak banyak bicara, tetapi semua itu berubah ketika dia mulai mengenakan hijab.

“Keluarga saya tidak tahu implikasi (pertobatan saya), bahwa itu adalah gaya hidup. Lebih ketika saya mulai mempraktikkan Islam mereka seperti ‘Whoa, qué pasa aquí? (red. Ada apa ini?”

Khadijah memiliki perjuangannya sendiri terhadap keimananya itu. Dia mulai mengenakan hijab karena dia ingin menjalani kehidupan Muslim yang sejati dan salehah. Tetapi ketika berada di depan umum, dia merasa seolah-olah orang-orang memperhatikan dan menghakiminya. Secara pribadi, dia khawatir hijab membuatnya terlihat tidak menarik lagi.

“'Lepaskan saja. Kamu terlihat jelek, menjijikkan, kamu tidak terlihat menarik. Aku terus mendengar hal-hal ini di kepalaku,” ucapnya.

Dia tidak tahu harus berbicara dengan siapa tentang kekhawatirannya. Kemudian, ia mulai menghadiri acara-acara untuk orang-orang yang baru masuk Islam dan menjadi sukarelawan di WhyIslam, organisasi nirlaba yang mengajarkan tentang iman dan memiliki divisi dalam bahasa Spanyol atau bahasa Latin. Hal itu membuat keyakinan Khadijah bertambah untuk mempertahankan hijabnya.

Sekitar setahun yang lalu, Khadijah mulai pergi ke kelas mingguan di North Hudson Islamic Education Center di Union City, di mana sekitar 10% dari jamaah merupakan orang-orang Latin. Khadijah mengatakan bahwa dia tidak lagi merasa sendirian, karena ia merasa ada orang-orang yang memperjuangkan keimanan sama seperti dirinya.

Jangkauan ke orang-orang Latin yang membuat komunitas Mualaf Latin telah memudahkan segalanya. Organisasi ini diisi oleh Muslim dari New York City, Miami, Chicago, Los Angeles dan Houston.

Mereka juga memiliki cara yang berbeda dalam menjalani kehidupan mereka sebagai mualaf. Beberapa wanita mengenakan hijab, sementara yang lain tidak. Beberapa masih menikmati Natal sebagai perayaan dengan keluarga, sementara yang lain memilih untuk menjauhkan diri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini