nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Salat Gunakan Sajadah Kepala Sah atau Tidak?

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 12 Desember 2019 15:51 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 12 12 614 2141118 salat-gunakan-sajadah-kepala-sah-atau-tidak-xCsy3xhAt1.jpg Muslim melaksanakan salat (Foto: Askgramps)

Kebanyakan orang menggunakan sajadah untuk alas salat, dengan tujuan supaya terhindar dari najis. Namun tak jarang, sebagian ada yang salat dengan menggunakan sajadah kepala saja.

 salat

Lalu bagaimana hukum menggunakan sajadah kepala saja untuk salat?

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, sajadah biasa digunakan oleh umat Islam untuk salat. Namun pada dasarnya, tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa wajib menggunakannya.

Tetapi, jika tempat yang digunakan untuk salat itu bersih dan layak, maka boleh saja salat tanpa sajadah.

"Tidak ada dalil kewajiban memakai sajadah dalam salat. Meskipun demikian, kadang sajadah diperlukan dalam keadaan tertentu, misalnya menjaga agar tetap terjaga kebersihannya ketika melaksanakan salat, penggunaan sajadah sebagai alas dalam salat itu bergantung pada kondisi tempat," ujarnya saat dihubungi Okezone, Kamis, (12/12/2019).

Salah satu syarat sah sujud adalah menempelkan anggota sujud ke bumi, atau tanah. Maksud menempelkan di sini, yaitu anggota sujud harus diletakkan dan menyentuh tanah atau alas salat.

Dari Ibnu Abbas, dia berkata:

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ عَلَى الجَبْهَةِ، وَأَشَارَ بِيَدِهِ عَلَى أَنْفِهِ وَاليَدَيْنِ وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ القَدَمَيْنِ

Artinya: "Aku diperintahkan untuk bersujud dengan bertumpu pada tujuh anggota badan: dahi dan beliau berisyarat dengan menyentuhkan tangan ke hidung beliau, dua telapak tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki.(HR Imam Bukhari dan Muslim ).

Ini artinya, lanjut Ustadz Ainul, menggunakan sajadah kepala saja, sepanjang tidak menghilangkan syarat sah salat, yakni menyentuhnya tujuh anggota badan ke bumi maka tidak mengapa.

Namun yang harus diperhatikan lebih detil, yaitu jangan sampai sembarang menggunakan alas untuk dipakai salat dan harus tetap menjaga kesuciannya. Misalnya, ketika Salat Jumat biasanya para jamaah ada yang menggunakan koran.

"Harus memperhatikan kesucian alas, mengingat banyak orang memakai koran untuk Salat Jumat dan biasanya terjadi di perkotaan, atau masjid yang penuh sehingga tidak ada alas yang layak. Dan koran sebagai alternatif alas, atau sekadar sajadah sementara," katanya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini