Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Syair dari Wanita Suci untuk Wafatnya Rasulullah, Subhanallah Indahnya

Suherni , Jurnalis-Kamis, 19 Desember 2019 |08:29 WIB
Syair dari Wanita Suci untuk Wafatnya Rasulullah, Subhanallah Indahnya
Ilustrasi. Foto: Shutterstock
A
A
A

Dikisahkan bahwa anaknya yang bernama Thulaib lebih dahulu masuk Islam dari Urwa binti Abdul Muththalib, ibunya, di Darul Arqam. Thulaib berusaha mempertahankan keislaman dengan segala daya upaya dan kesabaran. Selain itu, Thulaib adalah orang yang sangat pencemburu terhadap orang yang menyakiti Rasulullah SAW.

Diriwayatkan bahwa Thulaib adalah orang pertama yang mengalirkan darah seorang musyrik karena membela Rasulullah. Hal itu terjadi ketika ia mendengar Auf ibn Shabrah as-Sahmi mengumpat Rasulullah dan menyerang beliau di tengah para sahabat.

Karena itu, Thulaib segera mengambil sebatang tulang rahang unta lalu memukul Aut dengan keras hingga membuat kepalanya berdarah. Atas peristiwa itu, beberapa orang Quraisy berkata kepada Urwa, "Tidakkah engkau lihat apa yang telah diperbuat oleh anakmu wahai putri Abdul Muththalib?"

Urwa menjawab, "Sesungguhnya, Thulaib hanya membela sepupunya. la membela Rasul dengan darah dan harta".

Dalam Ath-Thabaqat, lbnu Sa'd meriwayatkan dari Ummu Durrah binti Abi Tajru 'ah, ia mengatakan, "Abu Jahal dan sejumlah kafir Quraisy menghadap Rasulullah kemudian menganggu beliau. Melihat hal itu, Thulaib ibn 'Umair mendekati Abu Jahal dan memukulnya dengan keras hingga berdarah. Para kafir Quraisy itu pun menangkap dan mengikat Thulaib. Abu Lahab, saudara seibu dari Urwa, meninggalkan Thulaib seorang diri. Para Quraisy itu berbicara kepada Urwa: 'Tidakkah engkau lihat anakmu, Thulaib, telah mengorbankan diri untuk membela Muhammad? Urwa menyahut: 'Hari yang terbaik baginya adalah saat ia membela saudara sepupunya yang datang membawa kebenaran dari sisi Allah.' Mereka bertanya: 'Apakah engkau telah menjadi pengikut Muhammad? Urwa menjawab: Benar.'

Beberapa orang Quraisy mendatangi Abu Lahab dan menceritakan tentang telah terjadi. Abu Lahab segera bergegas menemui Urwa dan mengatakan: Aku heran Kepadamu dan bagaimana engkau bisa menjadi pengikut Muhammad serta meninggalkan agama Abdul Muththalib.'

Urwa menjawab: ‘Itu semua telah terjadi. Karena itu, bangkitlah untuk membela, mendukung, dan melindungi keponakanmu. Jika terbukti ia salah, engkau boleh memilih antara menjadi pengikutnya atau tetap dalam agamamu. Jika ia bernar, engkau telah mengikuti agama keponakanmu.'

Abu Lahab menyahut: Kami memiliki kekuasaan atas seluruh Arab dan ia datang membawa agama baru.' Abu Lahab menolak untuk masuk Islam."

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement