Kemenag Gelar Salat Gerhana Matahari, Khatib Ingatkan Tanda Kebesaran Allah

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 26 Desember 2019 14:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 26 614 2146247 kemenag-gelar-salat-gerhana-matahari-khatib-ingatkan-tanda-kebesaran-allah-a5pxbKyxeo.jpg Ilustrasi. Foto: Istimewa

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menggelar salat gerhana matahari bersama staf yang beragama Islam pada Kamis (26/12/2019). Ibadah tersebut dilaksanakan di Masjid Al Ikhlas yang berada di dalam kompleks kementerian tersebut.

Dalam ceramahnya, Khatib Masjid Al Ikhlas Kemenag, Ustadz Idrianto Faishal mengatakan gerhana matahari merupakan tanda kekuasaan Allah SWT. Lewat fenomena alam tersebut Allah menunjukan kekuasaannya.

"Allah menunjukan kekuasaannya, dijadikannya bulan dan matahari bagian dari tanda-tanda kebesaranNya. Dan tanda-tanda kebesaran itu hanya bisa disingkap oleh mereka-mereka yang memiliki hati nurani," ujarnya.

Idrianto menambahkan, kebesaran Allah SWT diterangkan lewat firmanNya dalam Surat Al Hajj ayat 18 yang berbunyi:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ ۗ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ ۩

A lam tara annallāha yasjudu lahụ man fis-samāwāti wa man fil-arḍi wasy-syamsu wal-qamaru wan-nujụmu wal-jibālu wasy-syajaru wad-dawābbu wa kaṡīrum minan-nās, wa kaṡīrun ḥaqqa 'alaihil-'ażāb, wa may yuhinillāhu fa mā lahụ mim mukrim, innallāha yaf'alu mā yasyā`,

Artinya: "Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki,"

Lebih lanjut, kata Idrianto, Imam Al Ghazali pernah menjelaskan ada empat istilah yang menjelaskan soal hati, yaitu sodrun (pikiran kurang waras), lubbun (perasaan terlalu rind, fuadun (hati nuran), dan qalbu (kalbu). Semua itu bermakna qasirah atau berhubungan.

"Salah satu kata yang paling populer yaitu ulil albab yang berasal dari lubbun," kata Idrianto.

Ia melanjutkan bahwa yang dapat merasakan karunia Allah SWT lewat adanya gerhana matahari hanyalah orang-orang yang bersih hatinya. Gerhana matahari tersebut sebagai pengingat manusia, yaitu adanya ciptaan Allah yang tidak dapat ditandingi.

Oleh karena itu, ayat di atas merupakan wujud kebesaran Allah. Kehadiran umat manusia pada saat salat gerhana adalah bentuk memikirkan kebesaran Allah, dan jalan kebaikan untuk mengambil ibrah.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini