WAKIL Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, perayaan pergantian tahun baru sebaiknya disertai dengan rasa syukur kepada Allah SWT karena telah diberikan nikmat hidup.
Ketika tahun baru Hijriah datang, biasanya umat Muslim merayakannya dengan amalan sunah, di antaranya berdoa agar nikmat Allah ditambahkan. Namun perlu diketahui, amalan sunah dalam konteks ini adalah untuk tahun baru hijriah, bukan tahun baru masehi yang tinggal dua hari lagi menuju 2020.
Dalam surat Ibrahim ayat 7, Allah berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Wa iż ta`ażżana rabbukum la`in syakartum la`azīdannakum wa la`ing kafartum inna 'ażābī lasyadīd.

Ilustrasi. Foto: Istimewa
Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.