Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Doa-Doa Rasulullah Ketika Mendengar Azan

Abu Sahma Pane , Jurnalis-Kamis, 02 Januari 2020 |12:26 WIB
Doa-Doa Rasulullah Ketika Mendengar Azan
Ilustrasi. Foto: Istimewa
A
A
A

“Barangsiapa yang yang berucap ketika mendengar panggilan (azan): “Allahumma rabbi hadzihid da’watit tammah washshalâtil qâ’imah âti muhammadan al-wasîlata wal fadlîlata wab’atshul maqâmal mahmûdal ladzî wa’adtah” (Ya Allah, Tuhan [pemilik] panggilan sempurna dan [pemilik] shalat yang didirikan ini, anugerahilah Muhammad wasilah (tempat yang luhur) dan fadhilah (keutamaan), bangkitkanlah dia pada kedudukan yang terpuji [sebagaimana] yang telah Engkau janjikan), maka ia (orang yang membacanya) akan mendapatkan syafaat di hari kiamat.” (Imam Abû al-Qâsim Sulaimân bin Ahmad al-Thabrâniy, Kitâb al-Du’â, 2007, h. 161).

Ketiga, doa yang dibaca khusus ketika azan maghrib. Berisi menyambut kehadiran malam dan berlalunya siang dengan memohon ampunan Allah. Berikut riwayatnya (hadits hasan riwayat Imam al-Hakim, Imam Abu Dawud dan Imam Baihaqi):

عن أم سلمة قالت: علمني رسول الله صلى الله عليه وسلم أن أقول عند أذان المغرب: اَللَّهُمَّ هَذَا إِقْبَالُ لَيْلِكَ وَإِدْبَارُ نَهَارِكَ وَأَصْوَاتُ دُعَاتِكَ فَاغْفِرْ لِي

“Dari Ummu Salamah, ia berkata: Rasulullah mengajariku agar aku menucapkan (doa ini) ketika azan maghrib: “Allahumma hadzâ iqbâlu lailika wa idbâru nahârika wa ashwâtu du’âtika faghfir lî” (Ya Allah, ini adalah [saat di mana] malam-Mu datang, siang-Mu berlalu, dan lantunan doa kepada-Mu [dipanjatkan], maka ampunilah aku).” (Imam Abû al-Qâsim Sulaimân bin Ahmad al-Thabrâniy, Kitâb al-Du’â, 2007, h. 162)

Keempat, amalan berupa menyerupai ucapan muadzin (orang yang azan) dari awal hingga akhir. Berikut riwayatnya (hadits hasan riwayat Imam Ibnu Khuzaimah, Imam al-Hakim, Imam al-Nasai, Imam Ahmad, dan Imam Abu Ya’la):

عن أبي بشر قال: سمعت أبا المليح يحدث عن عبد الله بن عتبة، عن أم حبيبة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا سمع المؤذن قال كما يقول حتى يسكت

“Dari Abu Basyr, ia berkata: Aku mendengar Abu al-Malih bercerita dari Abdullah bin ‘Utbah, dari Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha bahwa sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika mendengar muadzin (mengumandangkan azan), Nabi berucap sebagaimana ucapan muadzin hingga ia diam (berhenti).” (Imam Abû al-Qâsim Sulaimân bin Ahmad al-Thabrâniy, Kitâb al-Du’â, 2007, h. 163)

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement