Alquran dan Sains, Arus Gelombang Dalam di Dasar Lautan

Suherni, Jurnalis · Kamis 09 Januari 2020 04:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 08 614 2150743 sains-dalam-alquran-arus-gelombang-dalam-di-dasar-lautan-pGrnScngI8.jpg Arus di dalam lautan (Foto: Best Wallpaper)

Manusia biasa takkan mampu menyelam ke dalam lautan lebih dari kedalaman 30 meter karena dapat menyebabkan kematian. Namun, dengan izin Allah, manusia modern mengembangkan berbagai peralatan modern. Akhirnya manusia bisa menyelam hingga di dasar lautan.

Pada 1900, para ahli kelautan menemukan adanya arus gelombang dalam di dasar lautan. Arus ini telah berhasil dicitrakan dengan bantuan satelit pada 1973 dan diketahui bahwa panjang gelombang dalam ini mencapai sekitar 10 kilometer dengan ketinggian atau ketebalan ribuan meter.

 Lautan

Adapun jarak antara satu gelombang dan gelombang lainnya diperkirakan sekitar 4 kilometer. Para ahli telah membagi lautan menjadi dua bagian yakni permukaan laut dan lautan dalam.

Di antara keduanya terdapat pembatas, dan di dalam pembatas itu terdapat gelombang besar yang menutupi lautan dalam. Di atas gelombang besar itu terdapat permukaan laut yang ditutupi oleh gelombang.

Penelitian-penelitian ilmiah telah membuktikan adanya arus di lautan. Hal ini disebabkan oleh adanya sinar matahari yang menghangatkan air yang terdapat di khatulistiwa sehingga air tersebut mengalami kenaikan sekitar 20 sentimeter.

Inilah yang mengakibatkan pembentukan arus lain menuju ke utara. Air di Kutuh Utara dan Kutub Selatan sendiri sedang membeku sehingga air yang berasal dari khatulistiwa menjadi lebih berat dan menyusup ke dasar samudra dan bergerak menuju garis khatulistiwa.

Arus-arus tersebut terbagi menjadi arus permukaan dan arus dalam. Arus permukaan bergerak dengan kecepatan 10 kilometer per jam. Maka, jika ada kapal masuk ke pusaran arus permukaan ini dan mesin penggeraknya dimatikan, maka kapal itu akan berjalan secepat arus itu sendiri walaupun motor penggerak kapal tidak bekerja.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Arus dalam yang berada di kedalaman 3 kilometer pun bisa bergerak cepat, di mana ia mampu menyeret kapal selam yang tidak menggunakan motor penggerak. Sebagian arus dalam yang dingin bergerak menuju pantai-pantai di Amerika Utara dengan menyeret serta sejumlah besar rumput laut yang menjadi santapan ikan-ikan.

Para ahli membagi gelombang menjadi dua yakni gelombang yang digerakkan oleh angin dan gelombang yang digerakkan oleh fenomena pasang surut. Sesungguhnya hanya 51 persen saja dari cahaya matahari yang berhasil sampai di permukaan bumi.

Kemudian sebagian kecil dari 51 persen itu berhasil masuk ke dasar lautan. Adapun cahaya yang lainnya dipantulkan kembali oleh gelombang permukaan air laut.

Ketika sebagian kecil cahaya matahari tersebut berhasil masuk ke dasar lautan dan terurai ke dalam tujuh spektrum warna cahaya (merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu), spektrum warna pertama yang akan disedot oleh air laut adalah warna merah. Oleh karena itu, para ahli mengatakan, darah tidak bisa dilihat pada kedalaman 10 meter.

Spektrum-spektrum warna itu akan terus disedot oleh air laut secara bertahap hingga hanya tersisa warna biru. Oleh karena itu laut tampak berwarna biru, begitu juga langit berwarna biru. Akhir-akhir ini telah dibuktikan bahwa permukaan laut dan laut dalam berbeda dalam hal suhu, kepadatan massa air, ragam ikan, dan intensitas cahaya.

Pengetahuan ini dikutip dari Buku Pintar Sains Dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah, karya Dr. Nadiah Thayyarah halaman 544-545. (DRM) 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya