Share

Kisah Gus Dur Bernostalgia di Kauman

Kamis 16 Januari 2020 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 15 614 2153394 kisah-gus-dur-bernostalgia-di-kauman-hsEPQORcPg.jpg Gus Dur dicintai hingga sekarang (Foto: Inst)

Presiden RI keempat, Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur pernah menyambangi Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta.

Saat berkunjung ke sana, Gus Dur bernostalgia. Ia mengisahkan masa mudanya 1954-1957, di mana selama tiga tahun ia tinggal di Kauman. Ia bergaul dengan baik dengan anak-anak muda di Kauman.

“Saya dulu tinggal di rumah Pak Djunaedi, kalau panggilannya ya Pak Joned,” tutur Gus Dur kala itu yang disambut tawa hadirin yang ikut memenuhi ruang Masjid Gedhe Yogyakarta pada tahun 2000.

 Gus Dur selalu dikenang pecintanya

Seperti dilansir dari Suara Muhammadiyah, Selasa (16/1/2019), Gus Dur kemudian melanjutkan ceritanya.

“Mau tahu kenapa saya sekolah di Yogya, biasa karena tidak naik kelas,” canda Gus Dur yang membuat tawa jamaah Masjid Kauman kala itu.

Ternyata hawa dan suasana Yogya yang merupakan kota pelajar ini memang memacu Gus Dur untuk kiat belajar, meski pun tetap saja tidak meninggalkan kenalakannya di masa remaja. “Ternyata saya akhirnya lulus juga,” tambah Gus Dur.

Ia juga mengisahkan dirinya yang berguru pada ulama-ulama Muhammadiyah. “Saya juga mengaji kepada Kyai Maksum Abu Hasan, Mbah Hana, dan Pak Basyir.”

Ketiga gurunya itu merupakan para ulama Muhammadiyah. Kiai Basyir merupakan ayah dari Kiai Ahmad Azhar Basyir MA, Ketua PP Muhammadiyah sebelum Dr H Muhammad Amien Rais, sedangkan Kiai Hana adalah Direktur Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta kala itu.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Oleh karena itu, Gus Dur melihat bahwa Nahdatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sangat dekat sekali. "Kalau ada yang bilang Muhammadiyah jauh dengan NU, itu hanya mencari-cari saja. Wong yang dipelajari saja bahannya sama kok,” tegasnya.

Gus Dur bercerita, sewaktu dulu Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta oleh KH Ahmad Dahlan, pendiri NU KH Hasyim Asyhari bertanya siapa yang mendirikan Muhammadiyah. Ketika dijawab KH Ahmad Dahlan, kemudian ia minta penjelasan apakah Ahmad Dahlan yang sama-sama mengaji dengannya di Kyai Sholeh Darat Semarang. Setelah dibenarkan, tampak hatinya lega.

Penerus KH Hasyim Asy’ari, KH Bisri Syamsuri yang juga ahli fikihnya NU, ketika ada masalah tentang fikih, ia tidak segan-segan mengajak Gus Dur untuk pergi ke ulama Muhammadiyah.

Waktu itu biasanya pergi ke rumah Kiai Hana. Jika belum puas diskusi di Yogya, kemudian KH Bisri Syamsyuri pergi ke Kroya, rumah Kyai Adqia. “Saya ya manut saja,” pungkas Gus Dur.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini