Share

Air Wudhu di Masjid Istiqlal Hangat, Ini Penjelasannya

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 614 2159576 air-wudhu-di-masjid-istiqlal-hangat-ini-penjelasannya-wIHH1KB2hJ.jpg Tempat wudhu Masjid Isqilal. Foto: Okezone

SALAH satu masjid terbesar di Indonesia, Masjid Istiqlal ternyata menggunakan air panas yang keluar dari sumur untuk keperluan berwudhu. Air tersebut dicampur dengan air dari PDAM agar hangat dan nyaman digunakan untuk bersuci.

Dalam unggahan akun Facebook Masjid Istiqlal Indonesia disebutkan bahwa untuk keperluan air wudhu dan air toilet, mereka menggunakan artetis air panas. "Tahukah Anda? Bahwa air di Masjid Istiqlal bersumber dari artesis air panas? Agar nyaman digunakan untuk berwudhu, pengurus mencampurnya dengan air PDAM, sehingga menjadi hangat" tulis akun itu.

Okezone pun mengkonfirmasi tentang kebenaran artetis air panas Masjid Istiqlal tersebut. Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Masjid Istiqlal Ustadz Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan, kemunculan air itu berawal ketika dilakukan pengeboran sumur hingga kedalaman ratusan meter.

 

Masjid Istiqlal. Foto: Okezone

Ketika proses pengeboran sumur, tiba-tiba keluar asap. Kemudian penggalian atau pengeboran sumur dihentikan sementara karena khawatir timbul semburan air atau material lainnya.

"Waktu kami bikin sumur, itu kedalamannya sangat dahsyat ratusan meter, sangat dalam sekali. Pernah suatu saat saya lihat dengan mata kepala sendiri, itu seperti ada asap keluar dari perut bumi. Lalu kami stop, takutnya sama kayak kejadian lumpur Lapindo," tutur Abu Hurairah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Setelah ditelaah ternyata asap tersebut berasal dari sumber air panas yang berada di kedalam bumi. Maka dari situlah, pihak pengurus Masjid Istiqlal memanfaatkan sumber mata air panas tersebut dan kemudian dicampur dengan air PAM, sehingga air yang dihasilkan terasa lebih hangat.

Abu Hurairah menuturkan bahwa ditemukannya air panas tersebut pada sekira 1990-an atau tepatnya ketika teknologi pengeboran mulai banyak digunakan. Ia mengatakan bahwa itu adalah kejadian yang tidak disengaja.

"Itu tidak ada unsur kesengajaan. Mungkin karena terlalu dalam kedalaman sumurnya, kemudian keluar air panas dan sekarang ditampung dan penampungannya itu juga terkena sinar matahari. Lalu disalurkan melalui pipa," ucapnya.

Artesis air panas sendiri merupakan air yang berasal dari dalam tanah yang mengalir ke atas, yakni melalui sumur tanpa perlu dipompa. Air ini dapat mencapai permukaan tanah jika tekanan alami dari bawah bumi cukup tinggi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini