Ustadz Dhanu Ingatkan Bahaya Virus Gila Pujian, Ini Obatnya

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 10:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 29 330 2159927 ustadz-dhanu-ingatkan-bahaya-virus-gila-pujian-ini-obatnya-AmgwU9bXGC.JPG Ustadz Dhanu Ulas Bahaya Virus Gila Pujian

Pujian manusia adalah salah satu ujian dari Allah SWT. Ironisnya ada saja orang yang haus pujian karena kebaikan atau kesuksesannya. Hal ini disampaikan dai kondang Djoko Ismanu Herlambang yang akrab disapa Ustadz Dhanu.

Dikutip dari MNCTV Official dalam acara Siraman Qolbu, Ustadz Dhanu mengatakan, haus atau gila pujian sudah menjadi kebiasaan yang terlihat di kebanyakan masyarakat. Biasanya mereka menceritakan sesuatu hanya untuk mendapat pujian orang lain.

"Bila gila pujian, aduh ini memang biasanya kita seperti ini ya, kalau cerita itu hanya ingin dipuji. Menceritakan keluarga, (contohnya) kayak kebaikan keluarga kita. Di hati kita (niatnya) hanya ingin dipuji," katanya.

Ustadz Dhanu melanjutkan, gila dan haus akan pujian orang lain adalah hal yang tidak disukai oleh Allah SWT. Sebab niat utamanya adalah hanya ingin mendapat pujian, bukan untuk mencari ridha-Nya.

"Kita hanya ingin dipuji itu sudah salah di hadapan Allah SWT. Berarti niatan kita bukan karena Allah tapi kita ingin dipuji," ucapnya.

Lebih lanjut kata Ustadz Dhanu, bukan hanya melalui cerita saja, namun ibadah pun bisa menjadi celaka karena riya atau ingin dipuji orang lain. Misalnya, seseorang rajin salat sebab ingin dipandang lebih. Ihwal salat yang celaka itu pun dijelaskan dalam ayat Alquran, yaitu surat Al Maun ayat 4-7, yaitu:

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ

"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat," (Al-Ma’un 107:4)

ٱلَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ

"(yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya," (Al-Ma’un 107:5)

ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ

"Orang-orang yang berbuat riya," (Al-Ma’un 107:6)

وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَ

"Dan enggan (menolong dengan) barang berguna" (Al-Ma’un 107:7)

"Nah itu yang harus kita ketahui, bahwa orang yang salat saja bisa celaka, kalau dia lalai. Lalainya itu bisa gerakan salatnya cepat sekali, tidak bisa tumaninah, itu misal. Kemudian kalau dia riya, jadi salat itu ingin dipuji ingin dilihat orang, itu sama," terangnya. 

Oleh karenanya, lanjut ustadz Dhanu, lebih baik diam tidak banyak bicara dibandingkan harus mengumbar kebaikan diri sendiri dengan niatan ingin dipuja dan dipuji oleh orang lain.

"Kita belajar. Termasuk saya pun akan belajar, sehingga kita akan paham oh berarti kita belajar untuk ngerem nafsu yang mau dikeluarkan. Apapun bentuknya. Makanya lebih baik diam, daripada bicara," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini