nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kaligrafi Arab Didaftarkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO

Nada Husna, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 17:23 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 03 614 2162670 kaligrafi-arab-didaftarkan-jadi-warisan-budaya-tak-benda-unesco-y2Ek0MHNjw.jpg Seni kaligrafi (Foto: Amaana)

Kaligrafi Arab adalah salah satu bentuk seni tulis paling kuno dan dihargai di dunia. Di beberapa negara Islam khususnya, praktik menulis kaligrafi telah memudar, tetapi dalam budaya Arab, tradisi yang berusia lebih dari dua ribu tahun ini tetap hidup dan dihargai.

Kaligrafi Arab merupakan tulisan Arab yang indah karena setiap guratannya memiliki unsur artistik. Kaligrafi sering ditemukan di sudut masjid sebagai penghias karena keindahannya.

 seni kaligrafi

Seperti dilansir dari Arab News, Kementerian Kebudayaan Saudi pada Minggu, (2/2/2020), menyelenggarakan lokakarya dan pertemuan koordinasi untuk mendaftarkan kaligrafi arab sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO di Riyadh.

16 negara arab berpartisipasi dalam rapat lima hari itu yang bermitra dengan Arab League Educational, Cultural and Scientific Organization (ALECSO).

Langkah ini akan memperkuat keberadaan seni kaligrafi arab dalam forum dan konferensi lokal maupun internasional.

Kementerian Kebudayaan Saudi menugaskan Saudi Heritage Preservation Society yang merupakan lembaga pelestarian warisan Arab Saudi untuk mengelola arsip ini yang bekerja sama dengan komite pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan nasional Saudi untuk menyerahkannya kepada UNESCO di bulan Maret nanti.

Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Saudi, Hattan bin Mounir bin Samman mengatakan, kaligrafi arab memiliki nilai yang luar biasa karena sejarahnya yang panjang dan keunikannya sebagai salah satu aspek terkaya identitas budaya arab dan Islam.

Arab Saudi telah berhasil mendaftarkan tujuh item pada Daftar Warisan Budaya Tak Benda kepada UNESCO. Di antaranya elang dan pohon palem.

"Kaligrafi Arab telah dan akan terus menjadi fokus dan semangat para ahli, pemangku kepentingan dan mereka yang terlibat dalam urusan budaya, pendidikan dan sains, yang tertarik pada warisan manusia dan budaya," kata Hattan. (DRM)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini