Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Kiai Ahmad Dahlan Mengajarkan Tafsir Surat Al-Ma'un Berulang-ulang

Novie Fauziah , Jurnalis-Rabu, 05 Februari 2020 |04:31 WIB
Kisah Kiai Ahmad Dahlan Mengajarkan Tafsir Surat Al-Ma'un Berulang-ulang
Kiai Ahmad Dahlan (Foto: SM)
A
A
A

Suatu ketika dalam pengajian rutin Subuh, Kiai Ahmad Dahlan mengajarkan tafsir Surat Al-Ma’un secara berulang-ulang selama beberapa hari tanpa diganti surat lainnya.

Lalu salah seorang santri Kiai Ahmad Dahlan penasaran. Lalu ia memberanikan diri bertanya kepada Sang Guru.

 Mengaji Alquran

“Mengapa materi pengajian tidak ditambah-tambah dan hanya mengulang-ulang Surat Al-Ma’un saja?," tanya santri bernama Sudjak tersebut.

Mendengar pertanyaan itu, Kiai Ahmad Dahlan kembali bertanya kepada santrinya, “Apakah kalian sudah benar-benar mengerti akan maksud Surat Al-ma’un?.”

Para santri serentak menjawab bahwa mereka tidak hanya sekedar paham, bahkan mereka semua sudah hafal. Kemudian Kiai Dahlan bertanya kepada mereka, apakah arti ayat-ayat yang sudah dihafal tersebut sudah diamalkan? Para santri menjawab dengan bertanya, “Apa yang harus diamalkan, bukankah Surat Al-Ma’un sering dibaca ketika salat?”

Kiai Ahmad Dahlan menjelaskan kepada muridnya bahwa bukan itu yang dimaksud dengan mengamalkan, tapi apa yang sudah dipahami dari ayat ini untuk bisa dipraktekkan dan dikerjakan dalam wujud nyata. Oleh karena itu, Kiai Ahmad Dahlan masih mengulang Surat Al-Ma’un sampai santri-santrinya melakukan aksi terhadap ayat ini.

Kiai Ahmad Dahlan pun memerintahkan kepada santrinya untuk mencari orang-orang miskin yang ada disekitar tempat tinggal mereka. Apabila sudah bertemu dengan orang miskin dan anak yatim, mereka harus membawa pulang ke rumahnya masing-masing dirawat dengan baik termasuk diberi sikat gigi yang baik, pakaian yang baik, beri makanan yang baik, minuman yang baik, dan tempat tidur yang baik.

Dalam pengajian itu, Kiai Ahmad Dahlan menugaskan kepada para santrinya untuk melaksanakan yang telah ia jelaskan. Dalam setiap ceramah dan pengajiannya, Kiai Ahmad Dahlan terus menerus menyerukan agar setiap orang yang mampu bersedia memenuhi hak-hak dan berlaku adil kepada orang-orang miskin dan fakir miskin, anak yatim, orang terlantar dan orang menderita.

Dilansir dari website Suara Muhammadiyah, gerakan penyeruan pemenuhan hak-hak fakir miskin dan orang-orang terlantar tersebut kemudian melahirkan gerakan mengelola zakat dan zakat fitrah untuk dibagikan kepada kaum fakir miskin, orang terlantar dijalanan karena berbagai sebab. Maka dari sini pula lahir rumah miskin, panti asuhan yatim-piatu, rumah orang terlantar dan rumah sakit.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement