nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Makna Senyum Jenazah Ashraf Sinclair, Insya Allah Husnul Khatimah

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 17:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 21 330 2172231 makna-senyum-jenazah-ashraf-sinclair-insya-allah-husnul-khatimah-EnYtMixL3D.jpg Jenazah Arshaf Sinclai dimakamkan. Foto: Arif/Okezone

SUAMI artis kondang Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair meninggal dunia di usia 40 tahun pada 18 Februari 2020. Kepergiannya menyisakan cerita-cerita yang sungguh baik, contohnya ia gemar menyantuni anak yatim-piatu.

Cerita bagus lainnya adalah jasad Ashraf Sinclair setelah meninggal dalam keadaan tersenyum. "Saya ikut memandikan almarhum. Itu senyumnya (red.Arshaf), Masya Allah, itu tidak seperti ruhnya sudah berpisah dari jasadnya, senyum seperti orang biasa saja gitu," kata Ustadz Ahmad Habib dilansir Okezone dari Silet, Kamis 20 Februari 2020.

Sementara itu Ketua Ikatan Sarjana Quran dan Hadits Indonesia, Ustadz Fauzan Amin mengatakan, sejatinya terdapat makna di balik orang yang tersenyum saat meninggal. Namun ia mengingatkan tidak seorang pun tahu tentang kematian.

"Pada dasarnya tidak ada satu pun manusia yang tahu apakah seorang hamba itu mati husnul khatimah atau sebaliknya," ujarnya kepada Okezone Jumat (21/2/2020).

Akan tetapi ada tanda-tanda akan husnul khatimah bagi seseorang yang dijelaskan dalam hadits nabi. Adapun tanda orang itu mati dalam keadaan husnul khatimah berdasarkan riwayat hadits sebagai berikut.

1. Mengakhiri hidup dengan ucapan tahlil. Baik diucapkan langsung melalui lisan atau cukup melalui detak jantung.

Dari Mu'adz bin jabal, Nabi Muhammad bersabda,

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ

“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat ‘laa ilaha illallah’ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud).

2. Meninggal di Hari Jumat

Dari abdullah bin ‘Amr, Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, melainkan Allah akan menjaganya dari fitnah (siksa) kubur.” (HR. Ahmad). “Walaupun sebagian ulama menyebut hadis ini dho'if setidak bisa jadi sumber informasi agar kita termotivasi menjadi orang saleh,” tutur Fauzan.

3. Mati Berkeringat

Dari Buraidah bin Al-Hashib RA, Rasulullah SAW bersabda,

مَوْتُ المُؤْمِنِ بِعِرْقِ الجَبِيْن

“Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening.” (HR. Tirmidzi)

4. Mati syahid

Kategori mati syahid sebagai berikut

Jabir bin ‘Atik RA, Nabi SAW bersabda:

الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْحَرِيقِ شَهِيدٌ وَالَّذِى يَمُوتُ تَحْتَ الْهَدْمِ شَهِيدٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدٌ

“Orang-orang yang mati syahid yang selain terbunuh di jalan Allah ‘azza wa jalla itu ada tujuh orang, yaitu korban wabah adalah syahid; mati tenggelam (ketika melakukan safar dalam rangka ketaatan) adalah syahid; yang punya luka pada lambung lalu mati, matinya adalah syahid; mati karena penyakit perut adalah syahid; korban kebakaran adalah syahid; yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid; dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan adalah syahid.” (HR. Abu Daud).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini