nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Mualaf yang Menangis di Lokasi Perang Uhud

Mas Haidar, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 09:54 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 24 614 2173081 kisah-mualaf-yang-menangis-di-lokasi-perang-uhud-9ETEe8XsvJ.jpg Ilustrasi. Foto: Spectator

SEBELUM menjadi seorang mualaf, Yusuf Derbeshyre adalah pemuda yang suka sekali mabuk-mabukan dan menikmati fananya dunia. Malam minggu seolah-olah menjadi jadwal wajib untuknya minum bersama teman-temannya.

Dilansir dari AboutIslam pada Senin (24/2/2020), sekitar lima tahun yang lalu ia memutuskan untuk berlibur dan bersenang-senang ke Yunani. Ketika sampai di bandara, ia tidak langsung ke pesawat, melainkan harus menunggu beberapa waktu. Karena jenuh, ia memilih mendatangi toko buku dan mencari bahan bacaan yang menurutnya menarik.

Setelah beberapa lama, ia tidak menemukan buku yang dicarinya, akhirnya ia memutuskan keluar toko buku tersebut,. Namun tas ranselnya yang besar menabrak salah satu rak dan menjatuhkan buku.

Buku yang jatuh tersebut berjudul “The Prophet Muhammad: A Biography” yang ditulis oleh Barnaby Rogerson.

Ia membaca halaman pertama buku itu, lalu halaman berikutnya dan menurutnya buku tersebut sangat menarik. Tanpa pikir panjang Yusuf langsung membeli buku tersebut dan membawanya ke Yunani.

Setelah selesai membacanya, ia memutuskan untuk belajar tentang Islam lebih dalam lagi. Sesampainya di rumah atau setelah pulang liburan, Yusuf mulai pergi ke masjid setempat dan berbicara dengan imam guna mempelajari Islam lebih dalam.

"Yah, sejujurnya cara terbaik untuk memahami Islam adalah menjadi seorang Muslim," ujar sang imam.

Yusuf tidak berpikir panjang tentang hal tersebut, akhirnya ia langsung mengucapkan dua kalimat syahadat dan resmi masuk Islam atau jadi mualaf.

Sebagai seorang mualaf, Yusuf merasa senasib dengan beberapa sahabat Nabi Muhammad, salah satunya adalah Hamzah. Awalnya dia adalah seorang yang sering minum seperti Yusuf, namun ketika sudah memeluk agama Islam, Hamzah tetap bisa menikmati hidupnya.

Lebih lanjut, ketika pergi haji, Yusuf menyempatkan diri untuk menuju ke lokasi medan pertempuran perang Uhud dan melihat langsung lokasi ketika Hamzah meninggal ditombak.

Sesampainya di sana ia merasa sangat emosional, tiba-tiba air mata mengalir di wajahnya.

Seseorang bertanya kepada Yusuf “Ada apa?” "Ketika Nabi Muhammad mengetahui apa yang terjadi pada Hamzah, dia menangis, hanya menangis dan menangis. Mungkin dia (Hamzah) meninggalkan sesuatu di sana untuk seseorang yang ingin menemukannya," jawab Yusuf Derbeshyre.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini