nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Peristiwa Besar di Bulan Rajab, Isra Miraj yang Luar Biasa

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 12:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 25 614 2173741 peristiwa-besar-di-bulan-rajab-isra-miraj-yang-luar-biasa-4bXHd5FzPN.jpg Ilustrasi terbang ke langit (Foto: ISO)

Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang penting bagi umat Islam. Apalagi Rasulullah pernah bersabda, bulan Rajab adalah bulannya Allah SWT.

Oleh karena itu umat Islam dianjurkan untuk banyak beramal saleh pada bulan Rajab ini untuk banyak mengingat nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita.

Sejatinya pada bulan Rajab ini juga terjadi peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam. Yakni peristiwa luar biasa, Isra Miraj.

Isra Miraj

Seperti dilansir dari NU Online, suatu ketika Nabi Muhammad SAW tengah terjaga di malam hari ketika tidur di kamarnya. Kemudian tiba-tiba datanglah sosok malaikat, mengeluarkan hati kekasih Allah itu dan mencucinya. Setelah dicuci hati Nabi diberi emas yang penuh dengan keimanan, lalu dikembalikan seperti semula.

Kemudian Nabi Muhammad pun terbangun, dan mulai melakukan perjalanan menuju langit dengan menggunakan Buraq. Ia diantar oleh Malaikat Jibril.

Saat itu sebenarnya Nabi Muhammad bingung, lalu bertanya, “Siapa ini?” Jibril pun menjawab, “Aku Jibril.

"Selamat datang, sungguh sebaik-baiknya orang yang berkunjung adalah engkau, wahai Muhammad,” kata JIbril.

لَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَىٰ

Wa laqad ra`āhu nazlatan ukhrā

Artinya: "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain."

Ketika sampai di langit pertama, Muhammad pun bertemu dengan Nabi Adam AS, yakni Nabi pertama di dunia. Kemudian Malaikat Jibril pun memperkenalkan keduanya, dan Nabi terakhir itu diberitahu bahwa Adam adalah bapak dari semua Nabi yang pernah lahir.

Antara Muhammad dan Adam memiliki akhlak yang baik, keduanya saling memberi salam. Kemudian Nabi Muhammad melanjutkan perjalanannya menuju langit berikutnya ditemani Malaikat Jibril.

Kemudian sampailah di langit kedua, Muhammad bertemu degan Nabi Yahya dan Nabi Isa. Di langit ketiga, bertemu Nabi Yusuf AS. Langit keempat berjumpa dengan Nabi Idris, langit kelima Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Harun AS. Lalu di langit keenam ia bertemu Nabi Musa, namun di sini Musa menangis karena Nabi Muhammad memiliki umat yang paling banyak masuk surga.

Setelah melewati langit pertama hingga keenam, sampailah Nabi Muhammad di langit ketujuh. Di langit ini Muhammad bertemu dengan Nabi Ibrahim AS. Kemudian ia melanjutkan perjalanan menuju Sidratul Muntaha, dimana ini adalah tempat Nabi berdoa dan bermunajat kepada Allah.

Nabi Muhammad pun kemudian naik menuju Baitul Makmur, yaini Baitullah yang berada di langit ketujuh dan arahnya lurus dengan Kakbah di bumi. Di dalam tempat ini setiap hari ada tujuh ribu malaikat masuk untuk berthawaf.

Di dalam tempat tersebut Nabi Muhammad pun disuguhi minuman, yaitu arak, susu dan madu.

Kemudian Nabi pun mengambil air susu, Jibril pun mengatakan, “Susu adalah lambang dari kemurnian dan fitrah yang menjadi ciri khas Nabi Muhammad dan umatnya.”

Akhirnya Nabi Muhammad pun bertemu dengan Allah di Baithul Makmur, momen ini sangatlah luar biasa dan hanya Muhammad yang terpilih untuk naik ke langit sampai lapisan ketujuh, hingga bertemu dengan Tuhan Semesta Alam.

Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani), Ustadz Ainul Yaqin mengatakan, Rajab jadi salah satu bulan paling istimewa dan terdapat peristiwa yang sangat penting bagi umat Islam, yaitu terjadinya Isra’ Mi’raj.

“Ini adalah momentum besar mukjizat dan kemuliaan, keistimewaan bagi Nabi Muhammad,” katanya kepada Okezone.

Rasulullah SAW bersabda,

ثُمَّ عَلَا بِهِ فَوْقَ ذٰلِكَ بِمَا لَا يَعْلَمُهُ إِلَّا اللهُ، حَتَّىٰ جَاءَ سِدْرَةَ الْمُنْتَهَىٰ، وَدَنَا لِلْجَبَّارِ رَبِّ العِزَّةِ، فَتَدَلَّىٰ حَتَّىٰ كَانَ مِنْهُ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَىٰ، فَأَوْحَى اللهُ فِيمَا أَوْحَىٰ إِلَيْهِ: خَمْسِينَ صَلَاةً

Artinya: "kemudian Jibril membawanya naik di atas kesemuanya yang tak satupun yang tahu selain Allah hingga tiba di Sidratul Muntaha. Kemudian Jibril mendekati Allah, Al Jabbar, Rabb pemilik kemuliaan, Nabi terus mendekat hingga jarak antara keduanya sebatas dua busur panah atau lebih dekat lagi, dan Allah memberinya wahyu, yang di antara wahyunya, Allah mewajibkan lima puluh kali salat untuk umatmu" (HR. Al Bukhari 349).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini