VIRUS korona COVID-19 mulai membuat Tajikistan resah, hal ini tampak dari penutupan sementara sejumah tempat umum termasuk masjid-masjid. Dilansir dari Reuters pada Rabu (4/3/2020), penutupan masjid diumumkan secara langsung oleh Dewan Ulama Nasional Tajikistan.
Dewan Ulama mengimbau agar kegiatan yang mengumpulkan banyak orang seperti Salat Jumat ditiadakan sementara, namun aturan ini tidak berlaku untuk pemakaman jenazah.
Tajikistan sendiri sebenarnya masih aman dari wabah virus korona COVID-19, namun pemerintah setempat membuat langkah antisipatif dengan menutup sejumlah tempat umum termasuk masjid.
Hal tersebut dirasa perlu mengingat Tajikistan berbatasan dengan China, negara yang paling banyak penduduknya terifenksi virus korona COVID-19.
Selain itu Tajikistan yang merupakan Negara Muslim yang penduduknya mencapai sembilan juta jiwa, juga telah menutup akses ke negara lain yang suspect virus korona COVID-19, seperti Korea Selatan dan Italia.